Berita
Rusia Ancam Blokir Akses Twitter Dalam Satu Bulan
Rusia mengancam akan memblokir akses Twitter dalam satu bulan. Seorang pejabat senior Rusia mengatakan pihaknya akan membatalkan rencana itu kecuali Twitter bersedia menghapus konten yang dilarang pemerintah. Wakil kepala Roskomnadzor, pengawas komunikasi Rusia, Vadim Subbotin mengatakan bahwa Twitter hingga Selasa (16/3) belum memenuhi permintaan pemerintah. Jika hal itu masih terjadi, maka dalam sebulan ke depan […]
Rusia mengancam akan memblokir akses Twitter dalam satu bulan. Seorang pejabat senior Rusia mengatakan pihaknya akan membatalkan rencana itu kecuali Twitter bersedia menghapus konten yang dilarang pemerintah.
Wakil kepala Roskomnadzor, pengawas komunikasi Rusia, Vadim Subbotin mengatakan bahwa Twitter hingga Selasa (16/3) belum memenuhi permintaan pemerintah. Jika hal itu masih terjadi, maka dalam sebulan ke depan akses Twitter akan diblokir Rusia.
“Twitter tidak menanggapi permintaan kami sebagaimana mestinya. Jika situasi berlanjut, maka itu [akses Twitter] akan diblokir dalam sebulan tanpa perintah pengadilan,” kata Subbotin mengutip kantor berita Interfax.
Mengutip Reuters, Subbotin mengatakan bahwa Twitter hingga saat ini masih tidak menghapus konten ‘terlarang’ termasuk pornografi anak, obat-obatan terlarang, dan kasus bunuh diri anak.
Sejak awal Maret situs mikroblogging Twitter sudah berada di bawah tekanan Rusia yang telah memperlambat aksesnya (throttle). Rusia memasukkan Twitter ke dalam daftar lima platform media sosial yang dituntut karena tidak menghapus konten yang dinilai negatif oleh Kremlin.
“Perlambatan ini akan diterapkan ke 100 persen perangkat mobile dan 50 persen perangkat non-mobile,” kata Roskomnadzor pada 3 Maret lalu.
Perlambatan akses dilakukan setelah Rusia lebih dulu menuduh Twitter dan platform media sosial lain gagal menghapus konten negatif berupa unggahan yang mengajak anak-anak untuk ikut protes anti-Kremlmin.
Konten ilegal tersebut mengandung unsur pornografi anak, penyalahgunaan obat, dan mengajak anak untuk bunuh diri.
Roskomnadzor mengatakan ada lebih dari 3.000 konten ilegal di Twitter yang tetap ada meski pun selama bertahun-tahun sudah diminta untuk dihapus.
“Jika (Twitter) terus mengabaikan persyaratan yang ada di undang-undang, penegakan hukum akan terus berlanjut (hingga pemblokiran),” kata Roskomnadzor.
Sementara itu, Twitter belum menanggapi komentar terkait rencana Rusia untuk untuk memblokir layanannya di sana.
-
NASIONAL15/05/2026 22:00 WIBRomy Soekarno: IKN Jangan Dipaksakan
-
DUNIA15/05/2026 13:00 WIBAraghchi: Iran Tidak Akan Menyerah Pada Ancaman Apapun
-
NASIONAL15/05/2026 18:00 WIBGerindra: Film Pesta Babi Bisa Delegitimasi Negara
-
DUNIA16/05/2026 08:00 WIBNetanyahu Akui Israel Kuasai Mayoritas Gaza
-
OTOTEK15/05/2026 12:30 WIBUntuk Penggerak Motor, Toshiba Memulai Pengiriman Sampel IC Seri SmartMCD™ Baru Dengan MOSFET Bawaan
-
RAGAM15/05/2026 14:00 WIBPemeran James Bond Dipilih Melalui Audisi Untuk Film Terbarunya
-
NASIONAL15/05/2026 20:00 WIBDemokrat Dukung Satgas Perizinan Satu Atap
-
NUSANTARA15/05/2026 15:30 WIBTangani Konflik di Wamena, Wabup Jayawijaya Minta Dukungan Polda Papua