Berita
Perangi ISIS, AS Buka Kemungkinan Koordinasi dengan Taliban Perangi ISIS
Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley mengatakan negaranya bisa saja berkoordinasi dengan Taliban di masa mendatang untuk memerangi ISIS di Afghanistan. Kendati demikian, Washington masih menaruh rasa skeptis terhadap Taliban. “Kami tidak tahu seperti apa masa depan Taliban. Tapi saya dapat memberitahu Anda dari pengalaman pribadi ini adalah kelompok kejam dari […]
Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Jenderal Mark Milley mengatakan negaranya bisa saja berkoordinasi dengan Taliban di masa mendatang untuk memerangi ISIS di Afghanistan. Kendati demikian, Washington masih menaruh rasa skeptis terhadap Taliban.
“Kami tidak tahu seperti apa masa depan Taliban. Tapi saya dapat memberitahu Anda dari pengalaman pribadi ini adalah kelompok kejam dari masa lalu. Dan apakah ada yang berubah dengan mereka masih harus dilihat,” kata Milley dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (1/9), dikutip Al Arabiya.
Pada kesempatan itu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengungkapkan, Washington sudah bekerja dengan Taliban pada serangkaian masalah yang sangat sempit. “Saya tidak akan membuat lompatan logika ke masalah yang lebih luas. Sulit untuk memprediksi di mana ini akan terjadi di masa depan sehubungan dengan Taliban,” ucapnya saat ditanya kemungkinan AS menjalin koordinasi dengan Taliban.
Austin menekankan, saat ini AS masih menempatkan fokusnya pada ISIS-Khorasan (ISIS-K), yakni kelompok yang mengklaim sebagai otak di balik aksi pengeboman bandara Kabul pada 26 Agustus lalu. “Kami akan melakukan segala yang kami bisa sehingga kami tetap fokus pada ISIS-K, meminta pertanggungjawaban mereka atas apa yang telah mereka lakukan,” ujarnya.
Lebih dari 170 orang, termasuk 13 tentara AS, tewas dalam insiden pengeboman bandara Kabul. Serangan itu dilakukan saat bandara dipadati ribuan warga Afghanistan yang berharap dapat disertakan dalam misi evakuasi negara asing.
AS telah menuntaskan misi penarikan seluruh pasukannya dari Afghanistan pada Senin (30/8) lalu. Presiden AS Joe Biden menyebut misi itu berjalan sangat sukses. Kendati demikian, Biden mengisyaratkan akan tetap membuat perhitungan dengan ISIS-K. “Untuk ISIS-K, kami belum selesai dengan kalian,” kata Biden dalam sebuah pidato pada Selasa (31/8).
-
JABODETABEK18/03/2026 12:30 WIBPolisi: Tidak Ada One Way Penuh di Jalur Puncak hingga Lebaran
-
OASE18/03/2026 05:00 WIBSurah Al-Mutaffifin Ingatkan Pedagang tentang Hari Pembalasan
-
NASIONAL18/03/2026 13:00 WIBKemenhub: Tak Ada Penghentian Penerbangan Internasional
-
NASIONAL18/03/2026 14:00 WIBMUI Imbau Umat Tunggu Penetapan Lebaran Resmi
-
EKBIS18/03/2026 10:30 WIBRupiah Naik 0,25% ke Rp16.955 per Dolar AS
-
NASIONAL18/03/2026 10:00 WIBBantah Isu Liar, TNI Selidiki Dugaan Prajurit Terlibat Kasus Air Keras KontraS
-
EKBIS18/03/2026 11:34 WIBHarga Emas Antam Naik ke Rp2,996 Juta per Gram
-
POLITIK18/03/2026 06:00 WIBPrabowo mau Tertibkan Pengamat, PDIP: Jangan Abaikan Risiko Demokrasi

















