Berita
Didakwa Kasus Narkoba, Pria Disabilitas Mental asal Malaysia akan Dihukum Gantung Pemerintah Singapura
Singapura dilaporkan akan menghukum gantung seorang pria penyandang disabilitas mental asal Malaysia yang menjadi terdakwa kasus narkoba. Associated Press melaporkan bahwa jika tak ada intervensi, pria bernama Nagaenthran K. Dharmalingam itu akan dihukum mati pada pekan depan. Meski demikian, sejumlah kelompok pemerhati hak asasi manusia mendesak Singapura agar membatalkan hukuman itu atas dalih pria tersebut […]
Singapura dilaporkan akan menghukum gantung seorang pria penyandang disabilitas mental asal Malaysia yang menjadi terdakwa kasus narkoba.
Associated Press melaporkan bahwa jika tak ada intervensi, pria bernama Nagaenthran K. Dharmalingam itu akan dihukum mati pada pekan depan.
Meski demikian, sejumlah kelompok pemerhati hak asasi manusia mendesak Singapura agar membatalkan hukuman itu atas dalih pria tersebut mengidap disabilitas mental.
Merujuk pada informasi dari kelompok penolak hukuman mati, IQ Dharmalingam hanya 69, yang berarti masuk dalam tingkat disabilitas intelektual berdasarkan standar internasional.
Ia juga dinyatakan mengidap hiperaktif akut dan ketagihan minuman keras. Semua masalah ini disebut dapat berdampak pada cara Dharmalingam mengambil keputusan dan mengendalikan emosinya.
Dharmalingam sendiri ditangkap pada April 2009 lalu, saat ia masih berusia 21 tahun. Saat itu, ia ditangkap karena berupaya menyelundupkan nyaris 43 gram heroin ke Singapura. Heroin itu diikatkan di paha kirinya.
Pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman mati pada November 2010. Setelah itu, tim Dharmalingam terus menempuh berbagai jalur hukum untuk mengurangi vonisnya, tapi tak pernah berhasil.
Kini, pengadilan dijadwalkan menggelar sidang untuk mendengarkan argumentasi guna menentukan menghukum mati penyandang disabilitas mental melanggar konstitusi Singapura atau tidak.
Jika hasil persidangan itu menyatakan tak melanggar hukum, maka Dharmalingam akan dieksekusi mati. Ia pun bakal menjadi orang pertama yang dieksekusi di Singapura sejak 2019.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, mengatakan bahwa ia sudah menuliskan surat kepada menlu Singapura mengenai kasus tersebut. Ia pun meminta bantuan konsuler untuk Dharmalingam dan keluarganya.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Singapura tetap membela keputusan pengadilan. Menurut mereka, Dharmalingam sudah sangat paham kejahatan yang dituduhkan atasnya dan tak bisa lagi mengelak dari hukuman.
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
EKBIS28/01/2026 09:30 WIBIHSG Jatuh 6,8% Setelah MSCI Bekukan Kenaikan Bobot Saham Indonesia
-
OTOTEK28/01/2026 10:57 WIBBengkel AC Mobil Tangerang Jadi Rujukan Service AC Mobil Innova di Tangerang, Ahli Tangani Sistem Double Blower
-
EKBIS28/01/2026 08:30 WIBHarga Pertamax Turun Hari Ini 28 Januari 2026 Ini Daftar Lengkapnya
-
NASIONAL28/01/2026 14:00 WIBPNS Wajib Tahu, KPK Terbitkan Perkom No 1 Tahun 2026 Tentang Perubahan Nilai Gratifikasi
-
NASIONAL28/01/2026 07:00 WIBBeredar Video Prabowo Hanya Bicara Keamanan Israel, Ternyata Potongan Wawancara Lama PBB 2025
-
DUNIA28/01/2026 08:00 WIBAS dan Israel Sepakati Serangan “Cepat dan Tegas” ke Iran
-
NUSANTARA28/01/2026 06:30 WIBPuluhan Siswa SD di Cianjur Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis

















