Berita
Tembus Pasar Kanada, Produk Makanan Indonesia Siap Dipasarkan
AKTUALITAS.ID – Konsul Jenderal RI di Vancouver, Hendra Halim dan Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Vancouver, Andri Satria Permana secara resmi mendorong masuknya produk makanan Indonesia, yaitu Golden Panda wafer stick dari PT Dua Kelinci dan permen Fox dari PT Savoria Kreasi Rasa di warehouse UNO Food di Delta, British Columbia (24/07). Kedua produk tersebut diimpor untuk pertama kalinya oleh UNO Food untuk dipasarkan di seluruh Kanada.
Konjen RI Vancouver mengatakan bahwa kedatangan kedua produk baru tersebut akan semakin menambah keberagaman produk Indonesia di Kanada khususnya produk makanan dan minuman. Diharapkan juga agar UNO Food dapat mengimpor produk makanan dan minuman Indonesia supaya menambah keragaman produk Indonesia di Kanada.
Kedatangan kedua produk tersebut merupakan hasil kesepakatan dari promosi yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan tersebut kepada UNO Food baik dalam bentuk mini trade show PT Dua Kelinci di Vancouver maupun pada saat PT Savoria mengikuti Trade Expo Indonesia.
UNO Foods merupakan perusahaan keluarga yang menjadi importir sekaligus distributor untuk produk-produk makanan dan minuman dari Asia, khususnya Filipina. Produk-produknya dalam bentuk kemasan dan beku dipasarkan ke berbagai supermarket di Kanada. (Red)
-
EKBIS11/02/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Rabu 11 Februari 2026 Turun Rp7.000 per Gram
-
POLITIK11/02/2026 09:00 WIBPengamat: Proposal Zulhas Cawapres Prabowo Bukan Harga Mati bagi PAN
-
POLITIK11/02/2026 10:00 WIBGerindra: Keputusan Cawapres Prabowo 2029 Tergantung Koalisi
-
EKBIS11/02/2026 10:30 WIBDolar AS Keok, Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Pesta Pora
-
JABODETABEK11/02/2026 08:30 WIBPolda Metro Jaya Gelar SIM Keliling di 5 Lokasi Jakarta Hari Ini
-
NASIONAL11/02/2026 11:00 WIBPelayanan Haji 2027, Kementerian Haji Minta Tambahan Anggaran Rp3,1 Triliun
-
EKBIS11/02/2026 09:30 WIBIHSG Melonjak Tembus 8.200, Saham Energi dan Teknologi Pimpin Penguatan
-
DUNIA11/02/2026 12:00 WIBWHO Konfirmasi Kematian Perempuan di Bangladesh Akibat Virus Nipah

















