Berita
Tim Voli Putra Indonesia Naik Lima Peringkat Jadi yang Terdepan di Asia Tenggara
AKTUALITAS.ID – Prestasi gemilang diraih oleh tim nasional voli putra Indonesia, yang berhasil menanjak lima peringkat ke posisi 52 dunia, menurut data terbaru dari Volleyball World.
Dengan koleksi 61,27 poin, tim ini kini memimpin di zona Asia Tenggara, mengungguli pesaing terdekat, Vietnam, yang berada di peringkat kedua dengan 57,90 poin. Ini adalah tonggak sejarah yang luar biasa bagi voli Indonesia.
Fahri Septian, kapten tim, menggambarkan pencapaian ini sebagai hasil dari kerja keras dan dedikasi tim. Dia menyatakan, “Kami sangat bangga dengan kemajuan kami dan siap untuk terus berjuang dalam kompetisi mendatang.”
Peningkatan signifikan ini tidak lepas dari partisipasi aktif tim dalam AVC Volleyball 2023, di mana Fahri Septian dan rekan-rekannya berhasil menambah pundi-pundi poin. Dominasi di Asia Tenggara ini juga tercermin dengan Indonesia berada di urutan kesembilan di zona Asia, mengungguli negara-negara seperti Pakistan.
Meskipun Jepang masih mendominasi di tingkat Asia, keberhasilan Indonesia membuka peluang lebih besar untuk mengumpulkan lebih banyak poin dalam kompetisi mendatang, termasuk di AVC Challenge Cup.
Prestasi ini tidak hanya meningkatkan ranking mereka di panggung global tetapi juga membuktikan kekuatan voli Indonesia di kawasan Asia Tenggara. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
FOTO31/03/2026 18:00 WIBFOTO: Zulhas Buka Rakernas I PAN
-
RIAU31/03/2026 18:17 WIBNelayan Meranti Terima 20 Mesin Ketinting, Kapolda Riau Dorong Ekonomi Pesisir
-
DUNIA31/03/2026 15:00 WIBMoskow Bantu Iran dengan Drone Shahed Canggih
-
NASIONAL31/03/2026 18:31 WIBKronologi Dokter Magang di Cianjur Meninggal Dunia usai Tangani Pasien Campak
-
NASIONAL31/03/2026 19:00 WIBPemerintah dan Pertamina Sepakat Harga BBM Batal Naik
-
PAPUA TENGAH31/03/2026 20:00 WIBPenipuan Percepatan Haji Marak di Mimika, Kemenhaj Imbau Jemaah Waspada
-
RAGAM31/03/2026 20:30 WIBPenyakit Campak Menular Lewat Udara dan Droplet
-
OTOTEK31/03/2026 16:00 WIBEfesiensi Operasional, BYD Pangkas 100.000 Tenaga Kerja

















