Berita
Aksi Demo Besar-besaran, Warga Israel Desak Mundur Netanyahu
AKTUALITAS.ID – Ribuan warga Israel memadati jalan-jalan Tel Aviv pada Sabtu malam, menuntut mundurnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyusul kegagalan dalam memastikan keamanan dan menangani situasi dengan Hamas.
Para demonstran, yang membawa spanduk bertuliskan “Hentikan kelaparan, pembunuhan, perang, dan pulangkan mereka sekarang,” mengungkapkan kegemasan atas ketidakmampuan Netanyahu dalam memastikan pembebasan 133 sandera yang masih ditahan oleh Hamas setelah konflik baru-baru ini di Gaza.
Protes ini, yang diorganisir di 55 lokasi di seluruh negeri, menandai bulan ketujuh sejak pecahnya kekerasan antara Palestina dan Israel. Kemarahan semakin meningkat ketika keluarga-keluarga terus menantikan kepulangan mereka yang tersayang dengan selamat.
Ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinan Netanyahu diperburuk oleh hasil survei terbaru yang menunjukkan kekecewaan luas atas ketidakmampuan pemerintahannya dalam memberikan perlindungan dan keamanan yang memadai bagi warganya. Situasi memanas pada 7 Oktober ketika Israel menjadi target serangan oleh militan Hamas.
“Kami di sini untuk memrotes pemerintahan yang terus menarik kami ke bawah, bulan demi bulan, sebelum dan setelah 7 Oktober. Kami terus berprotes,” ujar Yalon Pikman, 58 tahun, seorang demonstran dari Tel Aviv.
Meskipun telah berhasil mengembalikan 120 sandera, ketegangan tetap tinggi karena Netanyahu bersumpah untuk melanjutkan operasi militer sampai semua warga Israel dibawa pulang dengan selamat. Konflik terbaru telah mengakibatkan kematian 1.200 individu, menurut otoritas Israel.
Sementara itu, sikap agresif Netanyahu terhadap Palestina menuai kritik, dengan otoritas Palestina melaporkan kehilangan 34.000 nyawa akibat serangan Israel.
Tuntutan untuk mundurnya Netanyahu semakin intens, dengan para demonstran mendesak untuk diadakannya pemilihan umum secara cepat untuk menggulingkan Perdana Menteri terlama dalam sejarah Israel dari kekuasaan.
Nasib kepemimpinan Netanyahu bergantung pada tekanan publik yang semakin meningkat, menandakan periode politik yang tidak menentu bagi Israel. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
FOTO31/03/2026 18:00 WIBFOTO: Zulhas Buka Rakernas I PAN
-
RIAU31/03/2026 18:17 WIBNelayan Meranti Terima 20 Mesin Ketinting, Kapolda Riau Dorong Ekonomi Pesisir
-
NASIONAL31/03/2026 18:31 WIBKronologi Dokter Magang di Cianjur Meninggal Dunia usai Tangani Pasien Campak
-
NASIONAL31/03/2026 19:00 WIBPemerintah dan Pertamina Sepakat Harga BBM Batal Naik
-
PAPUA TENGAH31/03/2026 20:00 WIBPenipuan Percepatan Haji Marak di Mimika, Kemenhaj Imbau Jemaah Waspada
-
EKBIS31/03/2026 23:30 WIBBahana Sekuritas dan Recapital Asset Management Resmikan Kerja Sama Strategis
-
RAGAM31/03/2026 20:30 WIBPenyakit Campak Menular Lewat Udara dan Droplet
-
DUNIA31/03/2026 21:30 WIBIran Tidak akan Kekurangan Bahan Bakar Selama Perang

















