Connect with us

Berita

Indonesia Pastikan Satu Tiket Semifinal

Aktualitas.id -

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Shohibul Fikri (kanan) berselebrasi usai mencetak poin saat melawan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana saat babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Antara Foto.

AKTUALITAS.ID – Indonesia masih menaruh harapan di sektor lain ajang BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah tim ganda putra berhasil meraih tempat di semifinal, termasuk tunggal putra lewat Alwi Farhan, serta sejumlah wakil di ganda putri dan ganda campuran.

Tuan rumah memastikan satu tiket semifinal setelah tercipta pertemuan sesama wakil Merah Putih di perempat final antara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Laga ganda putra Indonesia itu akan menjadi pertemuan kedua bagi kedua pasangan. Pada pertemuan sebelumnya, Raymond/Joaquin secara mengejutkan mampu mengalahkan Fajar/Fikri pada final Australian Open 2025, yang juga menjadi debut mereka di turnamen level Super 500 dengan skor 22-20, 10-21, 21-18.

Meski memiliki modal kemenangan, Joaquin mengungkapkan kondisi pertandingan di Istora akan menghadirkan tantangan berbeda.

“Yang pasti suasananya berbeda. Arah angin dan shuttlecock juga. Kalau shuttlecock mungkin sama, tapi di sini anginnya lebih terasa. Di Australia minim angin, jadi kami harus lebih antisipasi,” ujar Joaquin.

Pasangan muda Merah Putih itu juga menyadari pengalaman Fajar/Fikri masih menjadi pembeda.

“Mereka jauh lebih berpengalaman. Walaupun kami pernah menang sekali, itu belum tentu bisa menjawab semuanya,” katanya.

Senada, Raymond menyebut duel resmi di lapangan membuat mereka lebih lepas bermain.

“Kalau latihan mungkin masih ada sungkan. Tapi kalau tanding sudah ada wasit, jadi bebas. Kami nothing to lose saja,” ujar Raymond.

Sementara itu, Fikri menegaskan rivalitas di antara ganda putra Indonesia tetap berada dalam koridor sportivitas.

“Kalau psywar mungkin bukan soal gengsi. Di PBSI, sesama ganda putra memang saling bersaing. Tapi bersaing secara sportif, enggak aneh-aneh. Semua pasti ingin menang dan ingin jadi nomor satu,” kata Fikri.

(Purnomo/goeh)

TRENDING