DUNIA
Bukan Sekadar Ledakan, Bom Robot Israel di Gaza Tinggalkan Gas Beracun yang Sebabkan Sesak Napas
AKTUALITAS.ID – Gencatan senjata antara Israel dan Palestina yang mulai berlaku sejak Jumat (10/10/2025) belum benar-benar membawa kedamaian bagi warga Jalur Gaza. Pasalnya, bom-bom robot milik pasukan Israel masih berkeliaran dan siap meledak di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat perang.
Warga Palestina yang kembali ke kawasan Jabalia dari tempat pengungsian mengaku menemukan sejumlah bom robot di sekitar puing-puing rumah mereka. Bom-bom itu belum meledak dan tidak diketahui lokasi pasti keberadaannya, membuat warga hidup dalam ketakutan setiap saat.
“Kami tidak tahu di mana robot-robot itu berada, dan kami tidak tahu harus bagaimana jika menemukannya,” ujar salah satu warga seperti dikutip media setempat.
Keberadaan bom robot ini menambah penderitaan warga yang baru saja kembali dari pengungsian. Banyak di antara mereka yang hanya ingin memeriksa kondisi rumah, mencari barang yang masih bisa diselamatkan, atau mulai membangun kembali kehidupan yang porak-poranda. Namun, ancaman peledakan sewaktu-waktu membuat mereka tak tenang.
Israel dilaporkan pertama kali menggunakan bom robot di kamp pengungsi Jabalia pada Mei 2024. Menurut laporan Euro-Mediterranean Human Rights Monitor, teknologi mematikan ini digunakan untuk menghancurkan hingga 300 rumah per hari, dengan sekitar 100 ton bahan peledak dikerahkan melalui 15 kendaraan lapis baja.
Bom-bom robot ini dirakit dari kendaraan lapis baja M113 yang dimodifikasi, dipasangi bahan peledak, dan dikendalikan dari jarak jauh. Ledakannya disebut mampu menghancurkan radius hingga 500 meter, dengan suara yang terdengar sampai 40 kilometer jauhnya.
Selain dampak destruktif, bom-bom robot tersebut juga menimbulkan bahaya kesehatan serius. Menurut Dr. Mohammed Abu Afash, Direktur Masyarakat Bantuan Medis Palestina di Gaza, ledakan meninggalkan uap beracun yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti timbal.
“Gas ini menyebabkan masalah pernapasan berat. Banyak warga yang mengeluhkan sesak napas dan kesulitan bernapas lama setelah ledakan,” ujarnya kepada Al Jazeera.
Sementara itu, Um Ahmed Al Dreimli, warga Gaza City, menggambarkan bau yang ditinggalkan ledakan sebagai “campuran bubuk mesiu dan logam terbakar yang menempel di paru-paru kami.”
Meski gencatan senjata telah berlaku, teror senjata otomatis ini membuat warga Gaza belum benar-benar merasakan arti dari “perdamaian.” Mereka kini hidup di antara reruntuhan, dengan bayang-bayang bom robot yang masih mengintai dari balik puing-puing kota mereka. (Mun)
-
NASIONAL29/09/2026 20:00 WIBGercep! Kemensos Selamatkan Bocah 12 Tahun Tak Sekolah
-
NASIONAL29/09/2026 10:00 WIBPDIP Minta Kemenhan Transparan Soal Kematian ASN Komcad
-
NASIONAL29/09/2026 19:00 WIBDPR Desak Napi Lapas Mewah Dikirim ke Nusakambangan
-
EKBIS29/09/2026 09:30 WIBInvestor Panik, IHSG Kembali Masuk Zona Merah
-
JABODETABEK29/09/2026 12:30 WIBMotor Mogok Berujung Saling Tusuk
-
POLITIK29/09/2026 16:00 WIBBelum 2029, Golkar Sudah Pasang Kuda-Kuda Kemenangan
-
OTOTEK29/09/2026 13:30 WIBSengaja Bikin Bocil Candu, TikTok Dipaksa Bayar Rp 4,7 Triliun
-
NASIONAL29/09/2026 17:00 WIBOmbudsman Bongkar Dugaan Pungli Rp150 Ribu di Lapas Cibinong