DUNIA
Jepang Perbarui Sistem Peringatan Cuaca, Evakuasi Warga Dibuat Lebih Cepat
AKTUALITAS.ID — Pemerintah Jepang bersiap mengoperasikan sistem peringatan cuaca terbaru mulai akhir Mei 2025. Sistem ini dirancang untuk mempercepat pengambilan keputusan evakuasi warga saat bencana alam mengancam.
Badan Meteorologi Jepang bersama Kementerian Pertanahan setempat menyebutkan, sistem baru tersebut akan mengelompokkan empat jenis bencana cuaca, yakni hujan lebat, banjir, tanah longsor, dan gelombang badai, ke dalam lima tingkat peringatan.
Langkah ini dilakukan agar sistem peringatan cuaca lebih selaras dengan sistem informasi evakuasi lima level yang saat ini digunakan pemerintah daerah.
Dalam sistem terbaru, peringatan darurat ditegaskan sebagai Level 5, yakni tingkat tertinggi yang menandakan kondisi sangat berbahaya dan mengancam jiwa. Pada level ini, proses evakuasi seharusnya sudah selesai dilakukan.
Sementara itu, peringatan mendesak ditetapkan sebagai Level 4, yang menunjukkan kondisi kritis sehingga pemerintah daerah diharapkan segera mengeluarkan perintah evakuasi.
Untuk Level 3, atau peringatan, evakuasi dianjurkan terutama bagi kelompok lanjut usia dan warga rentan. Adapun imbauan cuaca masuk dalam Level 2.
Sebelumnya, sistem peringatan cuaca Jepang dinilai terlalu rumit karena penggunaan istilah dan struktur yang membingungkan masyarakat. Melalui sistem baru ini, pemerintah berharap pesan peringatan lebih mudah dipahami dan direspons cepat oleh warga.
Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada seberapa cepat dan luas informasi peringatan tersebut dapat disampaikan saat bencana terjadi.
Pembaruan sistem ini disusun setelah lebih dari dua tahun diskusi para ahli serta melalui revisi sejumlah peraturan. Seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang menyebut pembaruan ini sebagai “perombakan besar”.
“Kami akan bekerja sama dengan berbagai lembaga agar sistem ini benar-benar terintegrasi dan mendorong evakuasi yang lebih cepat,” ujarnya.
Dalam penerapannya, peringatan darurat Level 5 untuk banjir akan diberlakukan pada sekitar 400 sungai yang telah ditetapkan memiliki risiko luapan sangat tinggi. Sementara sungai lainnya untuk sementara masih akan dikategorikan dalam peringatan hujan lebat.
Kriteria penerbitan peringatan juga ikut direvisi. Misalnya, peringatan tanah longsor Level 3 akan dikeluarkan jika kondisi diperkirakan meningkat ke Level 4 dalam beberapa jam, sehingga jumlah peringatan yang terlalu sering dapat dikurangi.
Dengan sistem baru ini, Jepang berharap risiko korban jiwa akibat bencana alam dapat ditekan semaksimal mungkin. (DIN)
-
RIAU10/02/2026 19:30 WIBKasus Gajah Mati di Konsesi PT RAPP Estate Ukui, Begini Penjelasan Kapolres Pelalawan
-
FOTO10/02/2026 21:58 WIBFOTO: Istana Gelar Rapat Pimpinan TNI-POLRI
-
POLITIK11/02/2026 06:00 WIBCak Imin Masih Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo, Tapi…
-
NASIONAL10/02/2026 20:30 WIBUang 50 Ribu Dolar AS Disita KPK, Usai Geledah Kantor dan Rumdis Ketua PN Depok
-
POLITIK11/02/2026 09:00 WIBPengamat: Proposal Zulhas Cawapres Prabowo Bukan Harga Mati bagi PAN
-
OTOTEK10/02/2026 20:00 WIBTak Mau Kalah, Toyota Andalkan Koleksi Mobil Hybrid
-
POLITIK11/02/2026 10:00 WIBGerindra: Keputusan Cawapres Prabowo 2029 Tergantung Koalisi
-
EKBIS11/02/2026 10:30 WIBDolar AS Keok, Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Pesta Pora

















