Connect with us

DUNIA

Banyak Rumah Hancur dan Tidak Bisa Mengubur Keluarga Pasca Serangan AS ke Venezuela

Aktualitas.id -

Sebuah konvoi pengangkut kendaraan lapis baja melintasi kawasan Manhattan di tengah peningkatan langkah pengamanan menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, di New York City, Amerika Serikat, pada 3 Januari 2026. (Anadolu)

AKTUALITAS.ID – Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, dan menangkap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, serta membawa mereka ke New York.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dianggap menimbulkan ancaman, termasuk terhadap Amerika Serikat.

Serangan Amerika Serikat membuat sejumlah warga Venezuela kehilangan tempat tinggal serta tidak memiliki dana untuk membiayai pemakaman anggota keluarga mereka, kata para korban kepada RIA Novosti.

Kantor berita Rusia itu melaporkan pada Senin (5/1/22026), bahwa sebuah keluarga Venezuela yang tinggal di pinggiran Caracas bercerita bahwa mereka kini kehilangan rumah dan sumber penghidupan setelah serangan udara AS.

Serangan AS tersebut sebagian menghancurkan rumah keluarga yang berada di negara bagian pesisir La Guaira, di utara Caracas, dan menewaskan seorang perempuan berusia 80 tahun.

“Kami tidak punya tempat tinggal. Kami perlu memakamkan bibi saya, tetapi kami juga tidak punya uang untuk itu, kami adalah keluarga miskin,” kata seorang pria berusia 62 tahun.

Seorang warga Venezuela lainnya dari kota Catia La Mar, dekat Caracas, mengatakan bahwa tetangga lanjut usianya tewas akibat serpihan roket.

Serangan itu juga menghancurkan sebuah gedung apartemen yang dihuni oleh 17 keluarga. Ia menambahkan bahwa warga Venezuela masih berjuang mengatasi trauma akibat serangan AS tersebut.

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING