DUNIA
Iran: Perang Tak Bisa Dimenangkan dengan Cuitan
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pejabat tinggi Iran mengirimkan pesan keras kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa perang tidak dapat dimenangkan hanya melalui pernyataan di media sosial.
Dalam pernyataannya di platform X, Larijani mengatakan Iran tidak akan menyerah dan akan membuat Trump menyesali keputusan menyerang negaranya.
“Trump mengatakan dia mencari kemenangan cepat. Memulai perang memang mudah, tetapi perang tidak dapat dimenangkan hanya dengan beberapa cuitan. Kami tidak akan menyerah sampai membuat Anda menyesal atas kesalahan perhitungan ini,” tulis Larijani.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump sebelumnya mengklaim Iran hampir “berada di ujung jalan”. Ia juga mengancam akan menghancurkan kapasitas listrik Iran dalam waktu singkat jika konflik terus berlanjut.
Ketegangan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Operasi tersebut memicu serangkaian serangan balasan dari pihak Iran terhadap target Israel dan fasilitas militer Amerika di Timur Tengah.
Serangan awal itu juga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta menyebabkan ratusan korban jiwa di Iran.
Salah satu serangan yang paling disorot terjadi di sebuah sekolah perempuan di Kota Minab, Iran selatan. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ratusan siswi.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut setidaknya 171 pelajar perempuan meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Pemerintah Iran kini berencana menjadikan lokasi sekolah itu sebagai museum peringatan bagi para korban. Wakil Menteri Warisan Budaya Iran, Ali Darabi, mengatakan kompleks sekolah tersebut akan diubah menjadi “Museum Peringatan Para Martir Siswa” untuk mengenang para korban.
Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel ini telah menelan lebih dari 1.200 korban jiwa menurut perkiraan pemerintah Iran. Situasi tersebut juga memicu kekhawatiran internasional atas eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
NASIONAL13/03/2026 21:43 WIBWakil Koordinator KontraS Disiram Air Keras di Jakarta Pusat
-
NASIONAL13/03/2026 22:30 WIBKontraS Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
-
NASIONAL13/03/2026 20:00 WIBDPR Tegaskan Tidak Ada Larangan Mudik Pakai Motor
-
RIAU13/03/2026 20:45 WIBPolda Riau Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan, Kenalkan Program Green Policing
-
NASIONAL13/03/2026 23:33 WIBAndrie Yunus Alami Luka di Wajah dan Dada Akibat Serangan Air Keras
-
NUSANTARA13/03/2026 20:30 WIBLegislator PKB Serang Diduga Lecehkan Relawan Dapur MBG
-
NASIONAL13/03/2026 22:00 WIBMahasiswa Malang Sebut BoP Khianati UUD 1945
-
PAPUA TENGAH13/03/2026 19:15 WIBSatgas Damai Cartenz Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport di Grasberg

















