DUNIA
Netanyahu: Perang dengan Iran Belum Berakhir
AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel menyatakan negaranya tetap siap kembali berperang melawan Iran kapan pun diperlukan. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat yang baru saja berlaku.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya tetap siap menghadapi Iran kapan pun dibutuhkan, meskipun gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat telah mulai diberlakukan.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Rabu (7/4), Netanyahu mengatakan Israel masih memiliki sejumlah tujuan strategis yang harus dicapai dalam konflik dengan Iran.
Menurutnya, tujuan tersebut dapat dicapai melalui jalur diplomasi maupun melalui konfrontasi militer jika situasi kembali memanas.
“Dan kita akan mencapainya, baik melalui kesepakatan atau melalui pertempuran yang kembali terjadi,” ujar Netanyahu.
Ia juga menegaskan bahwa Israel tetap berada dalam posisi siaga tinggi menghadapi potensi konflik lanjutan.
“Jari kami tetap berada di pelatuk. Ini bukan akhir dari kampanye, tetapi sebuah langkah menuju pencapaian semua tujuan kami,” katanya.
Di bawah pemerintahan Netanyahu, Israel menargetkan sejumlah hal dalam konfrontasi dengan Iran, termasuk melemahkan program nuklir negara tersebut, mengurangi kemampuan rudal balistiknya, serta menekan pengaruh pemerintahan di Teheran yang dianggap sebagai ancaman keamanan regional.
Namun hingga saat ini, sejumlah tujuan tersebut belum tercapai secara signifikan. Pada fase awal konflik, Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap Israel serta menargetkan aset Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Serangan tersebut melibatkan rudal dan berbagai sistem persenjataan lainnya, serta berdampak pada terganggunya jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz, salah satu rute distribusi minyak paling penting di dunia.
Konflik tersebut juga memicu ketegangan geopolitik global dan memengaruhi stabilitas pasar energi internasional.
Netanyahu juga menanggapi kritik dari kelompok oposisi yang menilai gencatan senjata sementara merupakan tanda kegagalan Israel dalam konflik tersebut.
Ia menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata telah dikoordinasikan secara intensif antara Washington dan Tel Aviv.
“Tadi malam gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku, sepenuhnya berkoordinasi dengan Israel,” kata Netanyahu.
Ia juga membantah bahwa pemerintahannya terkejut dengan kesepakatan tersebut.
Sementara itu, Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan melanjutkan perundingan lanjutan mengenai gencatan senjata dalam pertemuan diplomatik di Islamabad, Pakistan, pada 10 April mendatang.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih permanen guna meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
RIAU12/04/2026 17:00 WIBSadis dan Dipengaruhi Narkoba! Pelaku Curas Maut di Bengkalis Hantam Korban Hingga Tewas
-
POLITIK12/04/2026 18:00 WIBHadapi Pemilu 2029, PSI Mulai Siapkan Mesin Politik
-
OTOTEK12/04/2026 19:30 WIBSistem Pengemudian Otonomos Tesla Disetujui
-
PAPUA TENGAH12/04/2026 20:00 WIBDiduga Putus Cinta, Pelajar di Mimika Ditemukan Tewas Gantung Diri
-
EKBIS12/04/2026 23:00 WIBAPBN Dinilai Masih Resiliens, Namun Perlu Kewaspadaan
-
RAGAM13/04/2026 00:01 WIB500 Gelang Tiket Masuk Konser BTS Dicuri
-
PAPUA TENGAH12/04/2026 16:30 WIBHilang Kendali, Pemotor Tewas di Tempat Usai Tabrak Median dan Tiang Lampu
-
EKBIS12/04/2026 18:30 WIBKadin: Potensi Ekonomi Papua Tidak Hanya pada Emas-Tembaga

















