Connect with us

DUNIA

Gaza Kembali Gagal Haji, Tepi Barat Berangkatkan Ribuan Jamaah

Aktualitas.id -

Ilustrasi ibadah haji, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Di tengah perang, blokade, dan pengamanan ketat Israel, ribuan warga Palestina akhirnya tetap melangkah menuju Tanah Suci. Kelompok pertama jamaah haji Palestina dari Tepi Barat resmi diberangkatkan ke Arab Saudi pada Senin, meski akses warga Gaza kembali diblokir total untuk tahun ketiga berturut-turut.

Keberangkatan jamaah Palestina kali ini berlangsung dalam suasana penuh haru dan tekanan geopolitik yang memanas di Timur Tengah akibat agresi Israel ke Jalur Gaza serta konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Bus-bus yang membawa jamaah mulai berdatangan sejak pagi ke perlintasan Karama di Jericho, jalur utama warga Palestina di Tepi Barat untuk bepergian ke luar negeri.

Direktur Kepolisian Perlintasan Karama, Waleed Ghannam, mengatakan seluruh prosedur perjalanan diselesaikan di lokasi sebelum jamaah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Rombongan pertama terdiri dari 2.230 jamaah Palestina yang bersiap menunaikan rukun Islam kelima di tengah situasi kawasan yang masih mencekam.

Ghannam mengungkapkan sekitar 1.730 jamaah lainnya dijadwalkan berangkat pada Selasa (12/5) sebagai bagian dari proses pemberangkatan bertahap.

Mayoritas jamaah akan diberangkatkan dalam dua hari pertama, sementara keberangkatan lanjutan dijadwalkan terus berlangsung hingga 20 Mei 2026 dengan kapasitas maksimal 500 jamaah per hari.

Berdasarkan data resmi Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, total sekitar 6.600 warga Palestina dari Tepi Barat akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Di saat ribuan warga Tepi Barat mendapat kesempatan menuju Makkah, warga Palestina di Jalur Gaza kembali harus menelan pil pahit. Untuk tahun ketiga berturut-turut, mereka gagal berangkat haji akibat pembatasan ketat yang diberlakukan Israel.

Situasi keamanan semakin rumit setelah agresi Israel ke Gaza sejak Oktober 2023 memicu kehancuran besar dan memperketat akses keluar masuk wilayah tersebut.

Kondisi diperburuk dengan memanasnya konflik AS-Iran yang memicu ketegangan di jalur perairan Timur Tengah dan berdampak pada mobilitas kawasan.

Kementerian Wakaf Palestina menyebut kuota haji warga Gaza yang tidak dapat digunakan akhirnya dialihkan sementara ke jamaah dari Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Langkah itu disebut sebagai keputusan darurat karena keterbatasan waktu penerbitan visa haji sesuai protokol dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang menetapkan 20 Maret 2026 sebagai batas akhir administrasi.

Perdana Menteri Palestina Mohammed Mustafa turut meninjau langsung persiapan keberangkatan jamaah. Ia memastikan proses perjalanan, pengaturan perbatasan, hingga akomodasi jamaah berjalan lancar.

Mustafa juga menerima laporan dari Otoritas Umum Perlintasan dan Perbatasan serta Kementerian Wakaf terkait upaya mempermudah keberangkatan jamaah di tengah situasi konflik yang belum mereda. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version