DUNIA
Pangkalan AS di Timur Tengah Jadi Magnet Serangan Iran
AKTUALITAS.ID – Keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah kini disebut berubah menjadi “pedang bermata dua” bagi negara-negara Arab yang menjadi tuan rumah fasilitas militer Washington.
Di tengah memanasnya konflik Iran dengan AS dan Israel, pangkalan-pangkalan militer Amerika justru menjadi sasaran utama serangan rudal dan drone Teheran yang disebut menyebabkan kerusakan besar bernilai miliaran dolar AS.
Laporan khusus NBC News mengungkap sejumlah fasilitas militer dan udara milik AS di kawasan Teluk mengalami kerusakan parah akibat gempuran Iran.
Dikutip dari Middle East Monitor, serangan tersebut menghantam berbagai infrastruktur strategis mulai dari landasan pacu pesawat, sistem radar canggih, hangar, pusat komando, gudang logistik, hingga jaringan satelit komunikasi milik militer AS.
Salah satu pangkalan yang terdampak adalah Camp Buehring di Kuwait. Selain itu, pangkalan Al Dhafra dan Al Ruwais di Uni Emirat Arab, Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, hingga Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Gedung utama pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain bahkan disebut mengalami kerusakan berat dengan biaya perbaikan diperkirakan mencapai US$200 juta.
Laporan tersebut menyebut dua sistem pertahanan udara AS turut rusak dalam serangan itu.
Mantan Duta Besar AS untuk Turki dan Irak, James Jeffrey, menilai strategi pembangunan pangkalan besar-besaran di kawasan Teluk justru kini berbalik menjadi ancaman bagi negara-negara Arab sendiri.
Menurut Jeffrey, awalnya pangkalan militer AS dibangun pasca Perang Kuwait untuk memberi sinyal bahwa Washington siap melindungi negara-negara Teluk dari ancaman luar.
Namun dalam perkembangannya, pangkalan-pangkalan itu berubah fungsi menjadi pusat operasi militer AS di Afghanistan, Irak, dan Suriah sekaligus basis untuk membendung Iran.
“Pangkalan-pangkalan itu kini justru menjadi magnet bagi aksi militer Iran,” tulis Jeffrey.
Ia menilai keberadaan basis militer AS gagal mencegah Iran menyerang negara-negara Teluk, bahkan justru membuat kawasan tersebut semakin rentan menjadi target balasan Teheran.
Jeffrey juga menyoroti strategi militer AS yang dinilai terus mengulang pola lama dalam berbagai perang besar, mulai dari Vietnam, Irak, hingga Afghanistan.
Menurutnya, perencanaan rumit dan perubahan strategi yang terus terjadi menunjukkan adanya masalah mendasar dalam pendekatan militer dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat sendiri.
Ketegangan di Timur Tengah kini terus meningkat setelah Iran secara terbuka memperluas target serangannya terhadap fasilitas-fasilitas strategis yang terkait dengan kepentingan militer AS di kawasan. (Mun)
-
NASIONAL27/06/2026 10:00 WIBKPK Bongkar Dugaan Mafia Proyek Kemenhub
-
JABODETABEK27/06/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Berawan Sabtu Ini
-
POLITIK27/06/2026 17:30 WIBKunjungan Jokowi ke Lampung Diwarnai Penolakan, Baliho Dicopot hingga Muncul Seruan Demonstrasi
-
NASIONAL27/06/2026 04:00 WIBSudjatmiko Desak Pemerintah Selamatkan Rusun Keagamaan Rp1,7 Triliun
-
EKBIS27/06/2026 11:30 WIBEkonom: Operator Seluler Manipulasi Kuota Internet
-
POLITIK27/06/2026 07:00 WIBGerindra Tegaskan Belum Bicara Prabowo-Gibran 2 Periode
-
EKBIS27/06/2026 06:00 WIBWaka MPR Ingatkan Bahaya Jika Investasi Mulai Hengkang
-
NUSANTARA27/06/2026 12:30 WIBTeror Gajah Liar Berujung Maut di Lampung Barat