Connect with us

RAGAM

Selain Paparan Layar Monitor, Berikut ini Beberapa Penyebab Iritasi Mata Lainnya

Aktualitas.id -

Ilustrasi: Pemeriksaan mata. (dok. KlikDokter.com)

AKTUALITAS.ID – Rutinitas pemakaian lensa kontak yang melebihi jam yang direkomendasikan bisa menyebabkan masalah pada mata yang berkelanjutan.

Mata yang terus terasa iritasi, gatal atau tidak nyaman tidak selalu berhubungan dengan lama menatap layar monitor, namun bisa jadi ada beberapa alasan yang menyebabkan iritasi mata.

Konsultan Senior Rumah Sakit Mata Sharp Sight Chanda Gupta mengatakan alergi yang tidak terdiagnosis bisa menjadi salah satu penyebab mata kemerahan, berair, gatal dan sensasi berpasir.

“Banyak orang hidup dengan alergi ringan selama bertahun-tahun tanpa mengidentifikasi pemicunya, menganggapnya hanya sebagai “mata sensitif,” katanya ditulis laman Hindustan Times, Minggu (10/5/2026) kemarin.

Bahkan lensa yang terpasang dengan baik pun dapat menyebabkan masalah jika dikenakan di lingkungan yang kering atau ber-AC terlalu lama.

“Mengenakan lensa melebihi jam yang direkomendasikan, tidur dengan lensa kontak sesekali, atau menggunakan cairan pembersih yang sudah kedaluwarsa mengganggu pasokan oksigen ke kornea dan menciptakan lingkungan yang ideal untuk berkembang biaknya iritan,” kata Dr. Chanda.

Chanda mengatakan, penyebab iritasi mata kronis yang paling jarang didiagnosis adalah adanya disfungsi kelenjar meibomian yang tersumbat karena pola makan yang buruk, kurang berkedip, atau sisa makeup yang tidak bersih.

Ini menyebabkan kelenjar penghasil lapisan minyak pada lapisan air mata cepat rusak dan menyebabkan mata kering bahkan tampa paparan layar.

Selain itu, Chanda juga menyoroti soal kebiasaan kebersihan mata yang lebih penting, seperti sisa maskara, minyak kulit yang menumpuk serta sarung bantal yang berdebu bisa menyebabkan iritan ke mata. Jika iritasi mata dirasakan setiap pagi maka perlu diperiksakan ke ahlinya.

Kualitas udara dalam ruangan juga dapat menjadi gangguan yang diam-dian mengurangi kelembapan lapisan air mata.

“Pendingin ruangan, pemanas sentral, dan ventilasi yang buruk secara drastis mengurangi kelembapan dalam ruangan, yang mengeringkan lapisan air mata. Banyak lingkungan kantor memiliki tingkat kelembapan jauh di bawah yang dibutuhkan mata agar tetap nyaman,” katanya.

Terakhir, kondisi kesehatan yang mendasari seperti rosacea, gangguan tiroid, dan kondisi autoimun seperti sindrom Sjogren bermanifestasi sebagai mata kering dan iritasi.

Jika gejala menetap meskipun telah mencoba solusi yang jelas, pemeriksaan mata komprehensif dan mungkin pemeriksaan kesehatan yang lebih luas perlu diprioritaskan.

(Purnomo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version