NUSANTARA
Anak Krakatau Erupsi 19 Kali di Hari Kemerdekaan
AKTUALITAS.ID – Ancaman besar kembali membayangi kawasan Selat Sunda. Tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan “ngamuk” hebat dengan memuntahkan erupsi sebanyak 19 kali sepanjang hari.
Laporan resmi Pos Pantau Magma Indonesia di Pasauran, Kabupaten Serang, mengonfirmasi letusan dahsyat tersebut memicu spektrum gempa yang mencekam. Abu vulkanik membumbung tinggi hingga 400 meter ke udara, diiringi amplitudo letusan yang menembus angka 30–64 mm.
Tak berhenti di situ, aktivitas perut bumi di bawah Krakatau terus bergolak. Puluhan gempa hembusan, gempa harmonik, hingga gempa tremor menerus beruntun menghantam wilayah perairan Banten dan Lampung tanpa henti.
Guncangan Masih Berlanjut, PVMBG Patok Radius Bahaya!
Geliat mematikan Gunung Anak Krakatau dipastikan belum mereda. Memasuki Selasa (18/8/2026) dini hari hingga pagi, gempa hembusan dan gempa fase banyak masih terus terekam oleh instrumen pemantau.
Menanggapi ancaman lontaran material vulkanik berbahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung menerbitkan peringatan keras.
Masyarakat, wisatawan, hingga nelayan dilarang keras mendekat dan diimbau segera angkat kaki dari area bahaya dalam radius steril 3 kilometer dari puncak Gunung Anak Krakatau. (Kusuma/Mun)
-
POLITIK18/08/2026 11:00 WIBGeger Pengupas Bawang, Iwan Sumule: Ada yang Sengaja Menjerumuskan Presiden
-
RAGAM18/08/2026 11:15 WIBPolda Riau Bongkar Mata Rantai Emas PETI, Dua Orang Tersangka dan Rp972 Juta Disita
-
EKBIS18/08/2026 11:30 WIBEmas Antam Melejit ke Rp2,695 Juta/Gram
-
DUNIA18/08/2026 12:00 WIBHouthi Tembakkan Rudal Hipersonik ke Laut Merah
-
NASIONAL18/08/2026 14:00 WIBKomisi III Targetkan RUU Rampung Sebelum Desember
-
RAGAM18/08/2026 14:30 WIB18 Agustus Jadi Saksi Penentuan Nasib NKRI
-
NASIONAL18/08/2026 17:16 WIBAkademisi UKI: Generasi Muda Penentu Masa Depan Indonesia Emas 2045
-
NASIONAL18/08/2026 16:00 WIBEddy Soeparno Dukung Target Ekonomi 6%