DUNIA
UEA Anggap Pangkalan Militer AS Beban
AKTUALITAS.ID – Keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Uni Emirat Arab (UEA) kini menjadi sorotan. Sejumlah pengamat menilai fasilitas tersebut tidak lagi menjadi aset strategis, bahkan dianggap sebagai beban bagi negara Teluk tersebut.
Pandangan tersebut disampaikan oleh seorang akademisi senior UEA, Abdulla, yang menyebut negaranya kini mampu mempertahankan diri tanpa bergantung pada kehadiran militer AS.
Menurutnya, pengalaman menghadapi ketegangan dengan Iran menunjukkan bahwa UEA memiliki kapasitas pertahanan yang kuat.
“UEA tidak lagi membutuhkan Amerika untuk membelanya, karena telah terbukti selama agresi Iran bahwa mereka mampu membela diri dengan gemilang,” tulis Abdulla seperti dikutip dari Reuters.
Ia bahkan menilai sudah saatnya UEA mempertimbangkan penutupan pangkalan militer AS di wilayahnya.
“Yang dibutuhkan UEA adalah memperoleh senjata terbaik dan terbaru dari Amerika. Oleh karena itu, pangkalan-pangkalan tersebut kini menjadi beban, bukan aset strategis,” tambahnya.
Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya disepakati. Pengamat lain, Nadim Koteich, menilai hubungan UEA dan AS tidak bisa dilihat hanya dari aspek militer semata.
Menurutnya, Washington tetap menjadi sekutu penting bagi Abu Dhabi dalam berbagai sektor strategis.
“Washington telah terbukti sebagai sekutu yang dapat diandalkan di setiap bidang penting, dan hal ini terlihat jelas dalam berbagai konflik,” ujar Koteich.
Ia menegaskan bahwa mereduksi hubungan bilateral hanya pada dimensi keamanan merupakan kesalahan besar dan dapat menghasilkan kesimpulan yang terburu-buru.
Berdasarkan data Council on Foreign Relations, Amerika Serikat memiliki sekitar 19 pangkalan militer di kawasan Teluk, dengan sembilan di antaranya berstatus permanen.
Sebelum meningkatnya ketegangan dengan Iran, terdapat sekitar 40.000 personel militer AS yang ditempatkan di Timur Tengah. Di UEA sendiri, sekitar 3.500 tentara AS berada di Pangkalan Udara Al Dhafra, yang merupakan fasilitas gabungan antara AS, Prancis, dan UEA.
Koteich menambahkan bahwa hubungan strategis antara Abu Dhabi dan Washington justru semakin berkembang, terutama dalam sektor teknologi, industri, energi, dan keuangan.
“Memperkuat poros Abu Dhabi-Washington adalah jalan ke depan, didukung oleh jaringan kerja sama yang sudah mapan,” ujarnya.
Perdebatan ini mencerminkan dinamika baru dalam hubungan UEA dan AS, di tengah perubahan lanskap geopolitik Timur Tengah yang semakin kompleks. (Mun)
-
RAGAM21/04/2026 14:00 WIBKisah Pilu Anak Tunggal Kartini
-
FOTO21/04/2026 14:07 WIBFOTO: Barbuk Tindak Penyelundupan Manusia dengan Tersangka WNA Asal Pakistan
-
EKBIS21/04/2026 10:30 WIBBaru Buka, Rupiah Langsung Ngacir 39 Poin ke Rp17.126
-
EKBIS21/04/2026 11:30 WIBEmas Antam Selasa Pagi Naik Rp40.000
-
OTOTEK21/04/2026 14:30 WIBCek HP Kamu! 15 Aplikasi Ini Jadi Sarang Maling M-Banking
-
POLITIK21/04/2026 10:00 WIBPBB Minta MK Pangkas Kekuatan Menteri Hukum soal Parpol
-
DUNIA21/04/2026 12:00 WIBTurki: Aliansi Israel Bisa Picu Perang di Kawasan
-
POLITIK21/04/2026 11:09 WIBJK Klaim Berjasa Bawa Jokowi ke Puncak Kekuasaan, Pengamat: Jangan Lupakan Momentum 2014