EKBIS
Harga Emas Antam Turun Tipis, Jadi Rp1,978 Juta per Gram
AKTUALITAS.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau melemah tipis pada awal pekan ini. Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, Senin (1/9/2025), harga emas ukuran 1 gram turun Rp2.000 menjadi Rp1.978.000 per gram, dari sebelumnya Rp1.980.000.
Penurunan juga terjadi pada harga jual kembali (buyback), yang kini berada di level Rp1.825.000 per gram, turun Rp2.000 dari hari sebelumnya.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
| Pecahan Emas | Harga Jual |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.039.000 |
| 1 gram | Rp1.978.000 |
| 2 gram | Rp3.896.000 |
| 3 gram | Rp5.819.000 |
| 5 gram | Rp9.665.000 |
| 10 gram | Rp19.275.000 |
| 25 gram | Rp48.062.000 |
| 50 gram | Rp96.045.000 |
| 100 gram | Rp192.012.000 |
| 250 gram | Rp479.765.000 |
| 500 gram | Rp959.320.000 |
| 1.000 gram | Rp1.918.600.000 |
Pajak Transaksi Emas
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017:
- Buyback emas di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22:
- 1,5% untuk pemilik NPWP
- 3% untuk non-NPWP
- Pembelian emas batangan dikenakan PPh 22:
- 0,45% untuk pemilik NPWP
- 0,9% untuk non-NPWP
Pajak dipotong langsung dari nilai transaksi, dan setiap pembelian disertai bukti potong resmi.
Penurunan harga emas hari ini terjadi setelah sebelumnya sempat mencatat kenaikan signifikan. Meski koreksi tergolong ringan, investor tetap disarankan mencermati tren global dan potensi pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan. (Firmansyah/Mun)
-
DUNIA01/09/2026 11:00 WIBKSAD Maruli: Tato Tradisi Tak Halangi Jadi Prajurit
-
JABODETABEK01/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Awal September
-
EKBIS01/09/2026 09:30 WIBIHSG Awal September Dibuka Menguat
-
NUSANTARA01/09/2026 12:30 WIBBMKG: September 2026 Belum Aman dari Kemarau
-
JABODETABEK01/09/2026 05:30 WIBBMKG: Cuaca Jakarta Awal September Super Cerah
-
EKBIS01/09/2026 10:30 WIBRupiah Nyaris Tak Bergerak di Rp17.7 Ribu
-
EKBIS01/09/2026 11:30 WIBPertamina Umumkan Harga Baru BBM Nonsubsidi
-
NASIONAL01/09/2026 13:00 WIBGerindra Semprot Bakom Soal Hasil Survei Anjlok