Connect with us

EKBIS

Wamentan: Bawang Putih Masuk Peta Jalan Swasembada di 2029

Aktualitas.id -

Pedagang bawang putih di Pasar Agung, Depok Timur. AKTUALITAS.ID/Goeh Wndh

AKTUALITAS.ID – Saat ini, pemerintah telah memulai fase awal berupa pembibitan bawang putih, karena keberhasilan swasembada sangat ditentukan ketersediaan benih unggul yang memadai sebelum penanaman dilakukan secara masif.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut bawang putih masuk peta jalan swasembada nasional 2029, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk kemandirian pangan bangsa lewat peningkatan produksi, mengurangi impor, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani.

“Iya dong bawang putih masuk ke roadmap untuk swasembada hingga 2029 nanti,” kata Sudaryono ditemui seusai Rapat Serap Gabah 2026 secara terbatas bersama Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyepakati target penyerapan gabah setara beras 4 juta ton sepanjang 2026 di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Sudaryono menyampaikan hal itu ketika awak media mengkonfirmasi mengenai pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih pada 1995, namun produksi komoditas tersebut terus menurun sejak 2020.

Menanggapi hal itu, Sudaryono menegaskan bawang putih masuk peta jalan swasembada nasional, sejalan arahan Presiden sehingga Indonesia dapat mengulang keberhasilan pangan strategis itu.

Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah menyiapkan strategi komprehensif agar komoditas tersebut kembali diproduksi mandiri oleh petani.

Menurut Sudaryono, kebutuhan bawang putih nasional sebenarnya tidak besar, karena swasembada dapat dicapai dengan hanya penanaman sekitar 100 ribu hektare, asalkan didukung bibit berkualitas dan lokasi tanam sesuai.

Salah satu pusat pembibitan dikembangkan di Humbang Hasundutan Sumatera Utara melalui Horticulture Center, yang difungsikan sebagai sentra pengembangan benih hortikultura, termasuk bawang putih, untuk mendukung target swasembada nasional.

Sudaryono menegaskan perintah Presiden sangat jelas, yakni mengulang capaian strategis yang terbukti bermanfaat bagi rakyat, termasuk swasembada bawang putih, kedelai, susu, dan komoditas pangan penting lainnya.

Ia menjelaskan swasembada bertujuan mengurangi ketergantungan impor, memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri, sekaligus mendorong kesejahteraan petani dan menciptakan efek ekonomi berantai bagi masyarakat luas.

Ia menilai target tersebut realistis karena Indonesia memiliki pengalaman, ilmu dan contoh keberhasilan masa lalu, sehingga upaya itu bukan sekadar wacana, melainkan program berbasis pengalaman dan kapasitas nasional.

Hanya saja, tantangan utama swasembada bawang putih, lanjutnya, adalah memastikan proses penanaman benar-benar dimulai, didahului pembibitan berkualitas dan penyediaan lahan yang tepat, bukan hanya slogan kebijakan semata.

Sudaryono menekankan faktor terpenting keberhasilan adalah political will, karena tanpa kebijakan politik kuat, penyediaan bibit, lahan, dan dukungan lintas sektor sulit dijalankan dengan baik.

Terkait target waktu, Sudaryono mengatakan swasembada bawang putih diupayakan secepatnya, seiring percepatan pembibitan dan penanaman, agar peta jalan menuju 2029 dapat tercapai lebih awal secara optimal.

(Purnomo/goeh)

TRENDING