EKBIS
25 Provinsi Alami Kenaikan IPH Dipicu Harga Cabai dan Daging
AKTUALITAS.ID – Sebanyak 25 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan kedua Maret 2026, sementara 13 provinsi lainnya mencatat penurunan.
Hal tersebut terungkap sebagaimana yang dicatat dan disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan IPH tertinggi terjadi di DKI Jakarta dengan peningkatan sebesar 2,85 persen. Posisi berikutnya ditempati Gorontalo sebesar 1,78 persen dan Nusa Tenggara Barat sebesar 1,71 persen.
“Kenaikan IPH juga terjadi di sejumlah provinsi lain seperti Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Barat, Jawa Timur, dan juga Maluku Utara,” kata Ateng dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Menurut Ateng, kenaikan IPH pada periode tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan, khususnya cabai rawit, daging sapi, dan telur ayam ras. Selain itu, beberapa daerah juga mencatat kenaikan harga pada daging ayam ras.
BPS juga mencatat sejumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.
Hingga 13 Maret 2026 atau pekan kedua Maret, terdapat 222 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH. Jumlah ini meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang tercatat hanya 204 kabupaten/kota.
“Nah, ada pun 10 kabupaten/kota dengan kenaikan IPH tertinggi. Yang pertama di Provinsi Sulawesi Selatan, ini terjadi pada Kabupaten Barru, yaitu perubahan IPH-nya 3,91 persen,” ujar Ateng.
Ia menambahkan, kenaikan tertinggi juga terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh sebesar 3,17 persen, serta Kabupaten Brebes di Jawa Tengah sebesar 3,07 persen.
Kenaikan juga tercatat di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur di Sulawesi Utara, Kabupaten Bone Bolango di Gorontalo, serta Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur.
Di wilayah DKI Jakarta, kenaikan IPH tercatat di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sebesar 2,85 persen. Sementara di Jawa Timur, kenaikan terjadi di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pasuruan.
Meski demikian, BPS mencatat sejumlah daerah yang mengalami penurunan IPH. Penurunan terbesar tercatat di beberapa wilayah di Kalimantan Barat dengan penurunan hingga 5,66 persen, serta di beberapa daerah lain seperti Sumatera Utara dan Papua Barat.
Ateng menambahkan, secara umum kenaikan IPH di berbagai daerah masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas pangan utama, terutama cabai rawit, daging ayam ras, dan daging sapi.
(Purnomo/goeh)
-
POLITIK06/08/2026 17:00 WIBMardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat
-
NASIONAL06/08/2026 10:00 WIBSahroni Minta TNI-Polri Kawal Langsung Kasus Polisi Tewas
-
EKBIS06/08/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Tembus Rp2,679 Juta per Gram
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
EKBIS06/08/2026 10:30 WIBRupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS
-
NASIONAL06/08/2026 11:00 WIBKPK: Raja Juli Diduga Terima Sin$14.000 dari Bupati Kuansing
-
NUSANTARA06/08/2026 13:30 WIBOknum Polisi Bunuh Lansia Usai Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
-
NASIONAL06/08/2026 14:00 WIBSETARA Desak Prabowo Copot Kasus Febrie dari Kejagung

















