EKBIS
Harga Bitcoin Rebound ke US$ 70.000 Usai Sentuh Titik Terendah 16 Bulan
AKTUALITAS.ID – Harga Bitcoin kembali menguat dan menembus level US$ 70.000 pada Jumat (6/2/2026), setelah sebelumnya sempat terpuruk ke posisi terendah dalam 16 bulan di kisaran US$ 60.017,60. Rebound ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar global, ditopang penguatan saham teknologi dan logam mulia usai gelombang aksi jual yang menghantam aset berisiko.
Berdasarkan pantauan pada Sabtu (7/2/2026) pukul 09.46 WIB, harga Bitcoin masih bertahan di level US$ 70.234,05. Sebelumnya, mata uang kripto terbesar di dunia ini sempat anjlok ke level terendah sejak 24 Oktober 2025.
Penguatan tersebut tercatat sebagai kenaikan harian terbesar Bitcoin sejak Maret 2023, meski secara mingguan harga Bitcoin masih melemah sekitar 8%.
Kepala Strategi Mata Uang Scotiabank di Toronto, Shaun Osborne, menilai lonjakan harga ini lebih mencerminkan fase konsolidasi sementara ketimbang awal tren kenaikan baru.
“Rasanya ini adalah hari konsolidasi bagi aset-aset berisiko yang tertekan sepanjang pekan ini,” ujar Osborne, dikutip dari Reuters.
Pasar kripto memang berada di bawah tekanan dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak kejatuhan tajam pada Oktober lalu yang menyeret Bitcoin turun dari rekor tertingginya. Kondisi ini membuat sentimen investor terhadap aset digital masih cenderung berhati-hati.
Meski harga Bitcoin berhasil memantul, pelaku pasar belum sepenuhnya yakin reli ini akan berlanjut. Data pasar opsi menunjukkan investor masih mengantisipasi potensi penurunan lanjutan dalam waktu dekat.
Sementara itu, kripto terbesar kedua, Ether (ETH), turut mencatatkan penguatan signifikan. Harga Ether naik sekitar 12% ke level US$ 2.068, setelah sebelumnya sempat tertekan mendekati level terendah 10 bulan di US$ 1.753,98. Kenaikan ini menjadi yang terbesar sejak Agustus 2025, meski secara mingguan Ether masih terkoreksi lebih dari 9%.
Data dari CoinGecko menunjukkan, nilai kapitalisasi pasar kripto global telah menyusut sekitar US$ 2 triliun sejak mencapai puncaknya pada awal Oktober di level US$ 4,379 triliun. Bahkan, lebih dari US$ 1 triliun di antaranya menguap hanya dalam satu bulan terakhir.
Kondisi tersebut menegaskan bahwa meskipun harga Bitcoin dan aset kripto lainnya mulai bangkit, pasar masih berada dalam fase volatilitas tinggi, dengan arah pergerakan yang belum sepenuhnya jelas. (Kusuma/Mun)
-
RAGAM13/05/2026 13:30 WIBHantavirus Bisa Bikin Gagal Napas Akut
-
FOTO13/05/2026 17:55 WIBFOTO: Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Uang Rampasan Rp10,2 Triliun ke Negara
-
POLITIK13/05/2026 14:00 WIBDPR Buka Opsi Partai Melebur Demi Lolos Parlemen
-
NASIONAL13/05/2026 15:45 WIBKPU RI Gandeng KPP DEM untuk Tingkatkan Literasi Kepemiluan dan Demokrasi
-
NUSANTARA13/05/2026 14:30 WIBKiai Jepara Diduga Perkosa Santri Berkali-kali Usai Ritual Ijab Kabul Sepihak
-
JABODETABEK13/05/2026 15:30 WIBSatpol PP DKI Siap Sapu Pedagang Hewan Kurban di Trotoar
-
DUNIA13/05/2026 15:00 WIBIran Siap Rakit Bom Atom Jika Trump Nekat Menyerang
-
JABODETABEK14/05/2026 08:00 WIBKobaran Api Subuh Hari Tewaskan 4 Orang di Sunter Agung