Connect with us

EKBIS

IHSG Melonjak Tembus 8.200, Saham Energi dan Teknologi Pimpin Penguatan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada pembukaan perdagangan Rabu, (11/2/2026), dengan penguatan signifikan hingga menembus level 8.200. Sentimen domestik masih menjadi pendorong utama pergerakan pasar saham Indonesia.

Berdasarkan data RTI, hingga pukul 09.13 WIB, IHSG tercatat menguat 49,33 poin atau 0,61 persen ke posisi 8.181,074. Sejak awal sesi, indeks langsung bergerak di zona hijau dan menunjukkan minat beli yang cukup kuat dari investor domestik.

Penguatan IHSG sejalan dengan kinerja positif indeks saham unggulan. Indeks LQ45 naik 0,41 persen, sementara Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,98 persen. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti GOTO, BRPT, MBMA, INCO, BBTN, dan UNTR menjadi motor penggerak indeks pada perdagangan pagi ini.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menilai pergerakan IHSG masih dipengaruhi faktor domestik, meskipun terdapat sentimen eksternal yang cenderung menekan. Salah satunya adalah keputusan FTSE Russell yang menunda rebalancing saham Indonesia edisi Maret 2026 karena menilai kondisi pasar belum cukup stabil.

Di sisi lain, investor asing masih mencatatkan aksi jual. Pada 10 Februari 2026, terjadi outflow asing Rp708 miliar, dengan tekanan terbesar berasal dari sektor perbankan. Kondisi ini dipicu oleh langkah Moody’s yang menurunkan outlook obligasi sejumlah bank besar seperti BMRI, BBRI, BBNI, BBCA, dan BBTN dari stabil menjadi negatif.

Data perdagangan menunjukkan nilai beli investor asing mencapai Rp6,29 triliun, sementara nilai jual sebesar Rp6,99 triliun, sehingga tercatat net foreign sell Rp707,77 miliar. Meski demikian, aktivitas transaksi masih didominasi investor domestik dengan porsi mencapai 67,45 persen, sedangkan asing sebesar 32,55 persen.

Total nilai transaksi hingga pukul 09.13 WIB tercatat Rp2,67 triliun dengan volume perdagangan 5,39 miliar saham. Sebanyak 389 saham menguat, 153 saham melemah, dan 172 saham bergerak stagnan.

Dari sisi sektoral, mayoritas indeks sektoral bergerak positif. Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,20 persen, disusul infrastruktur 1,05 persen, siklikal 0,80 persen, teknologi 0,75 persen, dan properti 0,71 persen. Sektor keuangan, kesehatan, industri, transportasi, dan non-siklikal juga bertahan di zona hijau dengan penguatan terbatas.

Pada jajaran top gainers, saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) melesat 24,68 persen ke level Rp1.970, diikuti PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang naik 22,99 persen ke Rp230. Selain itu, FPNI, ATIC, dan SOCI juga mencatatkan penguatan dua digit.

Sementara itu, tekanan jual terlihat pada saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) yang turun 9,77 persen, disusul AKSI, INAI, GPRA, dan INDX yang masuk daftar top losers pagi ini.

Secara teknikal, analis MNC Sekuritas menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan setelah berhasil menutup area gap di kisaran 8.025–8.102. Dalam skenario optimistis, indeks berpotensi bergerak menuju area 8.264–8.440.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai risiko koreksi jangka pendek ke area 7.922–8.006, dengan level support di 7.712 dan 7.547, serta resistance di 8.214 dan 8.354. (Firmansyah/Mun)

TRENDING