Connect with us

EKBIS

Pengembangan Sektor Pangan di Penajam, Dapat Lampu Hijau Bantuan dari Kementan

Aktualitas.id -

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melakukan audiensi dengan Kementerian Pertanian (dok. Humas Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara)

AKTUALITAS.ID – Kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara lebih produktif, modern, serta meningkatkan kesejahteraan petani berkelanjutan.

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan lampu hijau membantu Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, yang termasuk salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam pengembangan sektor pangan.

“Langkah pemerintah kabupaten kembangkan pertanian disambut positif Kementan,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan pers, Kamis (16/4/2026).

Kementan komitmen dan memastikan membantu daerah yang membutuhkan percepatan pembangunan sektor pertanian, baik dari sisi perluasan lahan maupun peningkatan hasil produksi.

Silahkan usulkan kebutuhan pemerintah kabupaten secara jelas, kata Andi Amran Sulaiman, karena banyak program yang bisa dibantu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian.

Penjelasan tersebut disampaikan ketika Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan audiensi strategis dengan Kementan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memaparkan sejumlah program prioritas, antara lain pengembangan kawasan pertanian terpadu, optimalisasi lahan tidur, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan, serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Kemudian bantuan yang diusulkan meliputi pompanisasi, irigasi pompa, irigasi perpipaan, serta pembangunan embung dan sumur sebagai sumber air alternatif.

Kebutuhan utama sektor pertanian di wilayah kabupaten ketersediaan air karena lahan pertanian masih bergantung pada curah hujan (tadah hujan), jelas Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor, sehingga diperlukan dukungan infrastruktur irigasi atau pengairan.

Apabila pengairan dioptimalkan petani bisa tanam dan panen padi hingga lebih dari tiga kali satu tahun, lanjut dia, yang saat ini petani panen dua kali satu tahun dengan rata-rata hasil panen 3,5 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Posisi Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai mitra utama kawasan penyangga IKN, pengembangan sektor pertanian sangat penting agar mampu mengakomodir kebutuhan pangan ibu kota baru negara Indonesia, demikian Mudyat Noor.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version