Connect with us

EKBIS

Sempat Ambruk, IHSG Balik Badan Tembus 6.200-an Pagi Ini

Aktualitas.id -

Ilustrasi pasar modal, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali menunjukkan pergerakan positif pada pembukaan perdagangan Selasa (26/5/2026). Meski sempat dibuka melemah, IHSG dengan cepat berbalik arah dan masuk ke zona hijau.

Pada awal perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka turun 0,18 persen ke level 6.194,92 dari posisi sebelumnya 6.206,34. Namun tekanan tersebut tidak berlangsung lama.

Hanya beberapa menit setelah pembukaan, IHSG langsung rebound dan bergerak naik ke level 6.200-an. Berdasarkan data perdagangan pukul 09.11 WIB, indeks tercatat berada di posisi 6.217,60 atau menguat 11,25 poin setara 0,18 persen.

IHSG bahkan sempat melonjak lebih tinggi hingga menyentuh level 6.228 pada sesi perdagangan pagi. Sementara level terendah indeks tercatat di posisi 6.185.

Pergerakan cepat IHSG diwarnai tingginya aktivitas transaksi di pasar modal. Dalam beberapa menit awal perdagangan, nilai transaksi langsung mencapai Rp1,40 triliun hingga Rp1,58 triliun dengan volume perdagangan mencapai lebih dari 3 miliar lembar saham.

Frekuensi transaksi juga tergolong tinggi dengan lebih dari 221 ribu kali transaksi terjadi pada awal sesi perdagangan.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 331 saham menguat, sementara 182 saham melemah dan 189 saham stagnan. Kondisi ini menandakan sentimen positif mulai kembali mendominasi pasar saham domestik.

Meski bergerak menghijau pada perdagangan harian, performa IHSG secara jangka menengah masih berada dalam tekanan. Secara bulanan, IHSG masih tercatat melemah 15,72 persen. Bahkan dalam tiga bulan terakhir indeks terkoreksi 22,58 persen.

Tekanan lebih dalam juga terlihat dalam periode enam bulanan dengan pelemahan mencapai 24,85 persen. Sepanjang tahun 2026, IHSG tercatat masih turun hingga 28,08 persen.

Kendati demikian, rebound pada awal perdagangan hari ini memberi sinyal optimisme baru bagi pelaku pasar setelah IHSG beberapa waktu terakhir terus berada di bawah tekanan. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version