Connect with us

JABODETABEK

Diduga Depresi Terlilit Utang, Pria di Cibinong Tewas Tertabrak KRL

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Seorang pria berinisial AY (30) ditemukan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Nambo–Jakarta di bawah fly over Cikaret, Desa Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 10.35 WIB.

Kapolsek Cibinong Kompol Joni Handonoko mengatakan, korban diduga tersambar KRL yang melintas dari arah Stasiun Cibinong menuju Stasiun Citayam.

“Telah ditemukan seorang laki-laki bernama AY dalam kondisi meninggal dunia diduga akibat tersambar Kereta Rel Listrik jurusan Nambo–Jakarta Raya,” ujar Joni.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban saat itu berjalan di pinggir rel kereta tepat di bawah fly over Cikaret. Masinis disebut sempat membunyikan klakson sebagai peringatan, namun korban tetap berjalan hingga akhirnya tertabrak kereta yang melintas.

Korban kemudian terpental beberapa meter dari jalur rel. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah.

Dari keterangan keluarga, AY diduga sedang mengalami tekanan berat terkait persoalan ekonomi. Korban diketahui sempat menggadaikan sepeda motor milik orang tuanya, namun mengalami kesulitan membayar cicilan. Selain itu, ia juga disebut baru saja menerima penolakan lamaran pekerjaan.

“Diduga korban mengalami frustrasi akibat masalah gadai kendaraan dan lamaran kerja yang ditolak,” tambah Joni.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menyatakan keberatan dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan bagi individu yang tengah mengalami tekanan hidup. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan emosional berat, penting untuk segera mencari bantuan profesional atau berbicara dengan orang terpercaya agar mendapatkan pendampingan yang tepat.

Keselamatan di sekitar jalur rel juga menjadi perhatian, mengingat aktivitas di area tersebut sangat berbahaya dan berisiko tinggi. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version