NASIONAL
Ganjar Tegaskan Posisi Oposisi: Kritik Pemerintah atau Langkah Pribadi?
AKTUALITAS.ID – Dalam sebuah deklarasi yang mengundang sorotan, Ganjar Pranowo, eks gubernur Jawa Tengah, secara tegas menyatakan bahwa ia tidak akan bergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam sebuah acara halalbihalal, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap pemerintahan dengan “cara yang benar”.
Meskipun langkah ini dipandang sebagai upaya kontrol yang beretika terhadap pemerintahan, beberapa pihak, termasuk Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menyatakan keraguan.
Ujang menyoroti bahwa langkah Ganjar ini bisa dianggap sebagai pelanggaran tidak langsung terhadap otoritas Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Ia menekankan bahwa Ganjar seharusnya menunggu instruksi resmi dari partai, bukan membuat keputusan secara tergesa-gesa.
Ujang juga menyoroti bahwa konsep oposisi seharusnya dilakukan oleh partai politik secara kolektif, bukan sebagai langkah personal. Ia meragukan apakah Ganjar sepenuhnya memahami arti dan ruang lingkup dari konsep tersebut.
Sebagai tanggapan, Ganjar menjelaskan bahwa keputusannya untuk tidak bergabung dalam pemerintahan merupakan bentuk penghormatan terhadap institusi, sambil menegaskan pentingnya kritik yang konstruktif terhadap pemerintahan. Meskipun begitu, ia meminta agar tidak ada perdebatan yang mencibir terkait dengan keputusannya tersebut.
Dalam konteks politik yang tengah berubah-ubah, langkah Ganjar Pranowo ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan pengamat politik. Sementara beberapa memuji kesadaran kontrolnya, yang lain menyoroti potensi dampaknya terhadap dinamika internal partai dan hubungan politik di tingkat nasional. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
JABODETABEK05/05/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Jadwal Hujan di Jakarta 5 Mei 2026
-
DUNIA05/05/2026 08:00 WIBDua Rudal Iran Bikin Kapal AS Kocar-Kacir di Selat Hormuz
-
JABODETABEK05/05/2026 07:30 WIB5 Lokasi SIM Keliling Jakarta, Cek Jadwalnya
-
NUSANTARA05/05/2026 11:00 WIBKasus Penyiraman Air Keras Picu Desakan Revisi UU Intelijen
-
DUNIA05/05/2026 12:00 WIBKanselir Jerman: Amerika Tak Punya Rudal Cukup
-
POLITIK05/05/2026 10:00 WIBTepi Indonesia: RUU Pemilu Dinilai Sengaja Diperlambat DPR
-
OASE05/05/2026 05:00 WIBAlquran Bongkar Rahasia Kekuatan Ibadah di Tengah Malam
-
NASIONAL05/05/2026 07:00 WIBMenteri Pigai Batalkan Ide Kontroversial Soal Aktivis HAM