NASIONAL
Militer di MPLS, Hadrian Irfani: Kita Tidak Percaya pada Guru?
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan kritik pedas terkait implementasi kebijakan Orientasi Pembelajaran dan Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dalam rapat kerja dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Rabu (16/7/2025).
Hadrian Irfani mengapresiasi langkah Menteri yang membatasi durasi MPLS maksimal menjadi 5 hari. Namun, ia menyoroti catatan penting terkait pelaksanaan di lapangan, khususnya mengenai keterlibatan unsur militer dan kepolisian dalam kegiatan tersebut.
“Kalau sedikit-sedikit begitu, berarti kita tidak percaya dengan pendidik kita dengan guru-guru kita,” tegas Hadrian dalam rapat tersebut.
Ia berpendapat bahwa kehadiran aparat keamanan, meskipun dalam skala kecil, tidak semestinya menjadi bagian dari MPLS. Hadrian khawatir dampak psikologis kehadiran mereka dapat mempengaruhi siswa, terutama yang baru memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti peralihan dari SMP ke SMA.
“Saya yakin para guru-guru kita pendidik kita juga memiliki kemampuan untuk pembelajaran karakter, pembelajaran budi pekerti,” lanjutnya, mengungkapkan keyakinannya terhadap kompetensi para pendidik di Indonesia.
Selain isu MPLS, Hadrian juga mengangkat permasalahan lain dalam dunia pendidikan nasional. Ia menyerukan agar pemerintah tidak terus menerus memberlakukan kebijakan yang bersifat jangka pendek tanpa adanya kesinambungan antar program.
“Kita harus punya kesinambungan supaya ada kontinuitas yang apa antara program yang satu dengan program yang lain,” tandasnya. Menurutnya, diperlukan visi jangka panjang dan program pendidikan yang saling terintegrasi untuk membangun fondasi pendidikan yang kuat dan mampu membentuk karakter siswa secara berkelanjutan.
Dengan demikian, Hadrian Irfani berharap agar implementasi MPLS ke depannya lebih mengedepankan peran profesional guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa. Ia juga menekankan pentingnya mengurangi intervensi pihak eksternal yang dapat menimbulkan kesan ketidakpercayaan terhadap kemampuan pendidik. Lebih lanjut, kritik terhadap kebijakan pendidikan yang cenderung jangka pendek diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah dalam merancang program-program pendidikan di masa mendatang. (Ari Wibowo/Mun)
-
JABODETABEK17/08/2026 23:00 WIBTak Lihat Motor, Sopir Wing Box Lindas Pasutri Hingga Tewas di Tempat
-
EKBIS18/08/2026 10:30 WIBRupiah Melemah ke Rp17.840 per Dolar AS
-
RAGAM18/08/2026 11:15 WIBPolda Riau Bongkar Mata Rantai Emas PETI, Dua Orang Tersangka dan Rp972 Juta Disita
-
EKBIS18/08/2026 09:30 WIBUsai Libur HUT ke-81 RI, IHSG Tancap Gas Tembus Level 6.466
-
POLITIK18/08/2026 11:00 WIBGeger Pengupas Bawang, Iwan Sumule: Ada yang Sengaja Menjerumuskan Presiden
-
DUNIA17/08/2026 21:00 WIBTelegram Jadi Radar Serangan Rusia di Ukraina
-
EKBIS18/08/2026 07:30 WIBBank-Bank Besar AS Dikepung Risiko AI
-
DUNIA18/08/2026 00:00 WIBIran Janjikan Rp1 Miliar Jika Perempuan Berhasil Lumpuhkan Tentara AS