NASIONAL
Kontras Duga Unsur Kesengajaan dalam Kematian Pengemudi Ojol yang Terlindas Rantis Brimob
AKTUALITAS.ID – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) merilis temuan investigasi yang mengejutkan terkait insiden kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di depan Gedung DPR pada 28 Agustus 2025. Menurut Kontras, insiden ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan diduga mengandung unsur kesengajaan dari pihak aparat.
Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya Saputra, menjelaskan kronologi kejadian dalam konferensi pers di Gedung YLBHI Jakarta, Rabu (10/9/2025). Menurutnya, aksi demonstrasi buruh yang awalnya damai mulai memanas saat polisi menggunakan water cannon dan gas air mata secara berlebihan pada pukul 15.10 WIB.
Puncaknya, sekitar pukul 19.27, sebuah rantis Rimueng yang berada di belakang barisan Brimob di Jalan Pejompongan Raya tiba-tiba bergerak maju dengan kecepatan tinggi setelah sebelumnya mundur sekitar tiga meter. Tindakan ini terjadi setelah aparat sudah menembakkan gas air mata.
“Pertanyaan besar bagi kami, kalau gas air mata sudah digunakan untuk mengurai massa, mengapa masih ada penggunaan rantis yang justru membahayakan nyawa warga?,” tegas Dimas.
Berdasarkan investigasi Kontras, Dimas menduga tindakan ini bukan kesalahan teknis, melainkan keputusan yang disengaja. “Ada unsur kesengajaan dan kesadaran penuh dalam penggunaan kendaraan taktis itu. Ini tindakan yang jelas berlebihan dan eksesif,” tambahnya.
Kematian Affan dan terlukanya pengemudi ojol lain bernama Umar, memicu gelombang protes di berbagai daerah. Kontras menegaskan bahwa kasus ini harus diusut tuntas hingga ke akarnya dan tidak boleh berhenti pada sanksi etik.
Sementara itu, Bripka Rohmat, pengemudi rantis yang menabrak Affan, telah menyampaikan permintaan maaf. Ia berdalih insiden itu terjadi saat menjalankan perintah atasan dan tidak ada niat untuk menghilangkan nyawa. Dalam sidang etik, Rohmat divonis mutasi dengan status demosi selama tujuh tahun. Komandan Batalyon (Danyon) Resimen 4 Korbrimob Polri, Kompol Cosmas Kaju Gae, juga dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Namun, keduanya mengajukan banding atas putusan tersebut. (Ari Wibowo/Mun)
-
JABODETABEK29/01/2026 12:30 WIBInfo Terkini Banjir Jakarta Siang Ini: Daftar RT dan Jalan Terdampak
-
POLITIK29/01/2026 10:00 WIBIstana Pastikan Tidak Ada Reshuffle Kabinet dalam Waktu Dekat
-
JABODETABEK29/01/2026 10:30 WIBBekasi Dikepung Banjir! Cek Daftar Titik Genangan di Pondok Gede hingga Bekasi Utara
-
EKBIS29/01/2026 11:30 WIBRupiah Melemah 0,32% ke Rp16.775 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
-
OTOTEK29/01/2026 13:30 WIBHP Android Dicuri, Google Perketat Keamanan dengan Fitur Anti-Maling Terbaru
-
EKBIS29/01/2026 09:30 WIBIHSG Ambruk 8% ke Level 7.654, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Pagi Ini
-
JABODETABEK29/01/2026 15:30 WIBWaspada Hujan Panjang, Pemprov DKI Putuskan PJJ dan WFH Lanjut hingga 1 Februari
-
DUNIA29/01/2026 15:00 WIBAS Dorong Pelucutan Senjata Hamas Lewat Iuran Internasional Dewan Perdamaian

















