Connect with us

NASIONAL

DPR Minta Barantin Perketat Antisipasi Masuknya Virus Ebola ke Indonesia

Aktualitas.id -

alt="Gedung DPR RI Jakarta"
Gedung DPR RI. AKTUALITAS.ID

AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Nevi Zuairina meminta Badan Karantina Indonesia (Barantin) meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas barang, hewan, dan komoditas dari luar negeri guna mencegah masuknya virus Ebola ke Indonesia. Permintaan itu disampaikan menyusul peringatan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengenai penyebaran Ebola di sejumlah negara Afrika yang masih berlangsung hingga kini.

Nevi mengatakan langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini meski Indonesia belum melaporkan adanya kasus Ebola. Menurut dia, kewaspadaan harus difokuskan pada wilayah yang menjadi sumber penyebaran penyakit serta jalur masuk komoditas dari negara terdampak.

“Virus Ebola ini perlu diantisipasi oleh Barantin, terutama daerah daerah mana yang sedang virusnya merajalela di negaranya,” kata Nevi kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan Ebola termasuk penyakit zoonosis yang dapat berasal dari hewan liar dan kemudian menular kepada manusia. Karena itu, pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan produk asal hewan dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam sistem karantina nasional.

Selain memperketat pemeriksaan di pintu masuk negara, Nevi mendorong Barantin memperkuat sistem biosekuriti melalui peningkatan kapasitas laboratorium dan kualitas sumber daya manusia.

“Barantin agar betul betul memantau barang barang impor dari luar, terutama difasilitasi dengan SDM berkualitas, dengan laboratorium yang sertifikasi internasional dan tentu dengan pengawasan,” ujarnya.

Menurut Nevi, kemampuan deteksi dini menjadi faktor penting dalam mencegah masuknya penyakit berbahaya dari luar negeri. Ia menilai laboratorium yang memenuhi standar internasional dapat mempercepat identifikasi risiko dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat.

Pengawasan, kata dia, juga tidak boleh hanya terfokus pada pelabuhan dan bandar udara. Jalur darat yang menghubungkan wilayah perbatasan perlu mendapat perhatian lebih karena masih berpotensi menjadi titik lemah pengawasan.

“Jangan sampai kita kemasukan virus hama dari luar yang akan menghancurkan keanekaragaman hayati kita di Indonesia,” katanya.

Meski hingga saat ini belum ditemukan indikasi masuknya Ebola ke Indonesia, Nevi mengingatkan pemerintah untuk terus memantau perkembangan penyebaran penyakit tersebut di berbagai negara.

“Walaupun belum clear, kita juga harus hati hati karena ternyata virus Ebola ini semakin banyak masuk ke negara negara di luar negara asalnya,” ujar Nevi. (Ari)

TRENDING

Exit mobile version