Connect with us

NASIONAL

Istri Bambang Ungkap Detik-detik Sebelum Suaminya Jadi Korban

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Malam mencekam kericuhan 27 Agustus di Pejompongan, Jakarta Pusat, menyisakan duka mendalam bagi Sudarsi. Niat tulus sang suami, Bambang Setiawan (59), yang keluar rumah hanya untuk membantu sesama justru berujung maut secara tragis.

Pedagang cermin tersebut tewas usai terjebak di tengah amuk massa yang terdesak masuk ke pemukiman warga.

Firasat buruk sebenarnya sudah dirasakan Sudarsi sejak Kamis sore. Melihat gelombang massa mulai memadati kawasan Pejompongan, ia meminta suaminya menutup lapak dagangan lebih awal dari jadwal biasanya.

“Tutupnya itu jam 18.00 WIB. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, ‘Itu massa sudah banyak, tutup’,” kenang Sudarsi pilu.

Setelah sempat tenang di dalam rumah, Bambang memutuskan keluar sekitar pukul 21.00 WIB saat situasi dinilai mulai mereda. Kebiasaan Bambang yang iba melihat orang kesakitan membuatnya tergerak melangkahkan kaki ke jalanan.

“Dia itu cuma nonton, kadang-kadang membantu ngucurin air buat cuci muka,” tutur Sudarsi.

Namun, kebaikan itu menjadi aksi terakhir Bambang. Hingga larut malam, ia tak kunjung pulang. Pencarian mandiri yang dilakukan Sudarsi hingga pukul 01.30 WIB tak membuahkan hasil, sampai akhirnya sebuah rekaman video singkat menghancurkan harapannya menjelang subuh.

Melalui video kiriman warga yang diterima sang anak sekitar pukul 03.00 WIB, keluarga mengonfirmasi sosok pria yang tergeletak tak bernyawa adalah Bambang. Pria paruh baya itu diduga tewas seketika di lokasi kejadian akibat pengeroyokan sebelum akhirnya dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.

“Kita tahunya dari video. Posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita enggak tahu. Jam 4 pagi saya baru fix tahu kalau dia sudah tidak ada,” tambah Sudarsi.

Jenazah korban telah dimakamkan di TPU Kemanggisan, Jakarta Barat. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa proses hukum tetap berjalan meski keluarga memilih untuk menolak tindakan autopsi.

“Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi. Kami memahami dan berempati atas kondisi duka yang dialami keluarga,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version