Connect with us

NUSANTARA

Sulut Dilanda Banjir Bandang, BPBD: 11 Orang Meninggal Dunia

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Bencana banjir bandang menerjang empat kecamatan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (5/1/2026) dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di sejumlah lokasi.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sitaro, hingga Senin siang tercatat 11 warga meninggal dunia dan 6 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang tersebut.

“Bencana banjir bandang di empat kecamatan menimbulkan 11 orang meninggal dunia dan 6 orang hilang,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny S Belseran, dalam keterangan tertulisnya.

Sonny menjelaskan, banjir bandang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita, dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sitaro. Hujan deras tersebut menyebabkan aliran air bercampur material menerjang permukiman warga.

“Curah hujan sangat tinggi sehingga pada beberapa lokasi terjadi banjir bandang yang mengakibatkan korban jiwa, rumah warga, serta akses jalan tertimbun material,” ungkapnya.

Di Kelurahan Bahu (Sondang), Kecamatan Siau Timur, tercatat tujuh warga meninggal dunia dan lima orang dinyatakan hilang. Sementara itu, di Kampung Sawang Bandil, Kecamatan Siau Timur Selatan, dilaporkan tidak terdapat korban jiwa.

Adapun di Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat, sebanyak 36 kepala keluarga (KK) atau 102 jiwa terpaksa mengungsi dan saat ini ditampung di Gedung GMIST Bethbara.

Selanjutnya, di Kampung Laghaeng, Kecamatan Siau Barat Selatan, terdapat dua korban meninggal dunia, yakni Rafles Kobis dan Hermina Maningide, serta satu orang dinyatakan hilang atas nama Azriel Tatambihe. Sementara di Kampung Peling, Kecamatan Siau Barat Selatan, juga dilaporkan dua warga meninggal dunia.

Hingga saat ini, BPBD Kepulauan Sitaro masih terus melakukan pendataan korban terdampak serta pencarian warga yang dinyatakan hilang.

“Personel BPBD telah dikerahkan untuk penanganan darurat, pendataan, serta berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dalam upaya pembersihan material banjir,” kata Sonny.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat curah hujan di wilayah Sulawesi Utara masih tergolong tinggi dan berpotensi memicu bencana susulan. (Kusuma/Mun)

TRENDING