NUSANTARA
Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMKN 11 Semarang Jalani Perawatan Medis
AKTUALITAS.ID – Insiden kurang mengenakkan menimpa puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 11 Semarang. Sedikitnya 75 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan seperti mual, muntah, hingga pusing usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (8/1/2026).
Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah segera bergerak cepat menangani kasus ini dan melakukan evaluasi terhadap penyedia makanan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Jawa Tengah, Haris Wahyudi, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Gejala mulai dirasakan para siswa tak lama setelah mereka menerima dan mengonsumsi paket MBG sekitar pukul 16.00 WIB.
“Usai mengkonsumsi MBG, tiba-tiba ada siswa mengalami gejala mual, pusing, muntah, dan sakit perut. Oleh guru langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani cek medis,” ujar Haris saat dikonfirmasi.
Dari total sekitar 1.440 siswa di SMKN 11 Semarang yang menerima paket makanan, sebanyak 75 siswa mengalami gejala keracunan. Beruntung, mayoritas siswa telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
“Dari 75 siswa, semua sudah pulang. Tinggal dua siswa masih menjalani perawatan karena memiliki penyakit bawaan dan masih dalam observasi medis,” tambahnya.
Berdasarkan penelusuran awal, menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri dari nasi, oseng labu siam, perkedel tahu, ayam suwir, dan buah semangka. Kecurigaan sementara mengarah pada lauk ayam suwir yang dikeluhkan siswa memiliki aroma dan rasa yang tidak wajar.
“Berdasarkan keluhan siswa, dugaan sementara mengarah pada ayam suwir yang dirasa berbau dan berbeda rasanya. Namun, ini masih dugaan awal. Penyebab pastinya akan diteliti lebih lanjut,” jelas Haris.
Sebagai langkah mitigasi, penyaluran MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai ke SMKN 11 Semarang resmi dihentikan sementara. Penghentian ini dilakukan hingga proses evaluasi dan investigasi penyebab keracunan selesai dilakukan oleh tim Disdikbud Jateng bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
“Hari ini kami bersama tim dari BGN Pusat melakukan evaluasi langsung di sekolah. Yang utama adalah penanganan kesehatan siswa,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Jawa Tengah, Syamsudin, menyatakan pihaknya terus mengawal kasus ini agar tidak meluas. Mekanisme pemantauan di setiap wilayah layanan SPPG juga diperketat.
“Kami (Disdikbud Jateng) akan terus mengawal proses evaluasi dan memastikan keamanan serta kualitas makanan sebelum program MBG kembali dilanjutkan,” pungkas Syamsudin.
Peristiwa ini menjadi catatan evaluasi pertama di SMKN 11 Semarang sejak program MBG berjalan pada Agustus tahun lalu. Hingga kini, laporan gejala keracunan hanya terpusat di satu sekolah tersebut. (Kusuma/Mun)
-
JABODETABEK14/03/2026 10:30 WIBDishub DKI Hentikan CFD Jakarta saat Libur Lebaran
-
NASIONAL14/03/2026 07:00 WIBKader PKB Syamsul Auliya Ditangkap KPK dalam OTT Proyek Pemkab Cilacap
-
DUNIA14/03/2026 08:00 WIBPentagon Sebut Mojtaba Khamenei Terluka Usai Jadi Pemimpin Iran
-
NASIONAL14/03/2026 14:00 WIBMenag: Umat Islam Dua Kali Rugi Jika Boikot Produk Pro-Israel
-
DUNIA14/03/2026 12:00 WIBCENTCOM Pastikan 6 Awak KC-135 Tewas dalam Kecelakaan
-
NASIONAL14/03/2026 13:00 WIBAhmad Sahroni: Polisi Harus Transparan soal Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
-
NASIONAL14/03/2026 09:00 WIBPRIMA Kecam Keras Dugaan Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
-
NUSANTARA14/03/2026 08:30 WIBBMKG: Eks-Siklon Nuri Picu Potensi Hujan Lebat di Indonesia

















