POLITIK
Sekjen NasDem: Partai Kami Tidak Punya Dapur Program MBG
AKTUALITAS.ID – Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, menegaskan bahwa partainya secara kelembagaan tidak terlibat dalam proyek pengadaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini muncul sebagai respons atas dinamika politik terkait isu keterlibatan partai politik dalam bisnis program unggulan pemerintah tersebut.
Hermawi menjelaskan bahwa setiap partai politik memiliki kedaulatan untuk menentukan sikap dan penilaian terhadap program MBG.
“Setiap partai punya penilaian sendiri terhadap MBG dan penilaian itu menentukan sikap partai tersebut. Jadi independensi partai sepenuhnya dijamin,” ujar Hermawi saat dihubungi, Sabtu (28/2/2026).
Pernyataan ini juga menanggapi klaim dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang sebelumnya menyebut bahwa seluruh partai politik memiliki dapur MBG. Hermawi menilai ucapan tersebut sebagai bentuk kebebasan berpendapat, namun ia memastikan hal itu tidak berlaku bagi NasDem.
“Tentang pernyataan wakil kepala MBG, ya itu bagian dari kebebasan berpendapat. Namun bagi NasDem jelas, sebagai partai kami tidak terlibat dalam pengadaan dapur MBG,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika ditemukan ada pihak yang bersinggungan dengan pengadaan dapur tersebut, hal itu murni bersifat individu dan tidak mewakili kebijakan partai.
“Kalau pun ada yang terlibat, itu orang per orang yang mungkin memang punya usaha di bidang katering. NasDem sebagai partai tidak memiliki dapur MBG,” tandas Hermawi.
Isu komersialisasi program MBG oleh kader partai sebelumnya mencuat setelah DPP PDI Perjuangan mengeluarkan surat edaran resmi. Dalam edaran tersebut, PDIP melarang keras kadernya memanfaatkan atau memiliki bisnis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Politikus PDIP, Guntur Romli, menyatakan bahwa langkah tersebut diambil untuk mencegah program kerakyatan dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi.
“Sikap partai sangat jelas. MBG adalah program pemerintah untuk rakyat dan dalam pelaksanaannya tidak boleh ada komersialisasi atas program tersebut,” ungkap Guntur, Jumat (27/2/2026).
Meskipun memiliki cara penyampaian yang berbeda, baik NasDem maupun PDIP kini tampak sepakat untuk menjaga jarak secara institusi dari urusan bisnis di balik program Makan Bergizi Gratis agar tetap tepat sasaran bagi masyarakat. (Firmansyah/Mun)
-
DUNIA10/09/2026 18:00 WIBTrump: Perang Iran Akan Berakhir Setelah Pemilu
-
NASIONAL10/09/2026 17:00 WIB5 Jurnalis Hilang, DPR Minta SOP Liputan Diperketat
-
NASIONAL11/09/2026 10:00 WIBKetum BM PAN Doakan 5 Jurnalis Hilang Segera Ditemukan
-
RIAU11/09/2026 09:45 WIBTinjau Karhutla Pelalawan, Aslog Kapolri Siapkan Formulasi Pemadaman Gambut
-
RIAU10/09/2026 22:00 WIB65 Kg Sabu Asal Malaysia Digagalkan di Bengkalis
-
EKBIS11/09/2026 09:15 WIBIHSG Anjlok Nyaris 2% di Awal Perdagangan
-
NASIONAL11/09/2026 10:15 WIBMaruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah
-
POLITIK10/09/2026 16:00 WIBPDIP Santai Hadapi Wacana Pemakzulan Masinton

















