Connect with us

NUSANTARA

Fenomena Tanah Ambles di Rembang Terus di Pantau

Aktualitas.id -

Rumah bagian belakang milik warga Dusun Gobok, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, rusak parah akibat fenomena tanah bergerak. (Humas Pemkab Rembang).

AKTUALITAS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang telah melakukan pemantauan lapangan secara berkala serta berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rembang untuk langkah penanganan lanjutan fenomena Tanah ambles.

Pemkab Rembang, Jawa Tengah, juga bergerak cepat melakukan penanganan dan pemantauan secara intensif menyusul laporan fenomena tanah ambles di Dusun Gobok, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori yang mengakibatkan empat rumah warga terdampak.

“Data sementara, akibat fenomena tersebut empat rumah warga dan satu kandang ternak terdampak dan mengalami kerusakan bervariasi. Namun, tidak ada yang mengungsi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Muhammad Luthfi Hakim, di Rembang, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan fenomena tanah ambles pertama kali terjadi pada Januari 2026 dan berulang pada Februari 2026. Kondisi tersebut diduga dipicu tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan struktur tanah menjadi gembur dan tidak stabil.

“Beberapa hari yang lalu intensitas hujan tinggi, membuat kontur tanah menjadi gembur. Sekitar 62 meter tanah bergerak turun ke bawah,” ujarnya.

Untuk penanganan darurat, seperti penguatan tanggul menggunakan bronjong guna mengantisipasi amblesan susulan, menjadi kewenangan OPD teknis terkait.

Selain itu, BPBD juga memberikan edukasi kepada pemerintah desa dan warga agar tetap waspada, mengingat hujan masih kerap turun meski prakiraan cuaca mulai memasuki masa pancaroba.

Berdasarkan asesmen sementara, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp192 juta. Rumah milik Darto dilaporkan ambles sekitar 2 meter dengan estimasi kerugian Rp90 juta. Kandang ternak milik Sukarji mengalami kerusakan senilai Rp12 juta.

Rumah milik Lukman Arif mengalami kerusakan pada fondasi dan dinding retak dengan estimasi Rp10 juta. Sementara rumah Umbarno rusak pada bagian kamar mandi dan kandang dengan estimasi Rp50 juta. Adapun rumah Suwarni mengalami retak pada dinding lantai dua dengan taksiran kerugian Rp30 juta.

Sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat, lima keluarga terdampak telah menerima bantuan sembako dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang.

Chorik, salah satu warga terdampak, mengungkapkan tanah ambles mulai terjadi pada 18 Januari 2026 dan berlangsung bertahap, kemudian semakin parah setelah hujan deras pada 23 Februari 2026.

“Amblesnya setiap hari, setiap lima menit ada gerakan-gerakan. Rumah ayah saya yang bagian belakang sudah turun. Kamar mandi sekarang posisinya di bawah, padahal sebelumnya sejajar dengan rumah,” ujarnya.

(Purnomo/goeh)

TRENDING