NUSANTARA
Remaja Tewas Usai Konflik Soal Sandal Bermerek
AKTUALITAS.ID – Sebuah perselisihan yang bermula dari sandal bermerek Crocs berakhir tragis. Thomas Julius Kristianto (19), seorang remaja asal Surabaya, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh empat orang temannya sendiri.
Kasus ini mengundang keprihatinan publik karena dipicu persoalan yang dinilai sepele, yakni sengketa ganti rugi sandal yang dilaporkan hilang.
Menurut keterangan keluarga korban, masalah bermula pada pertengahan Mei 2026. Saat itu Thomas menggunakan sandal milik salah seorang temannya yang tertinggal di sebuah rumah karena sandal miliknya sendiri dalam kondisi basah.
Namun sandal tersebut kemudian dilaporkan hilang setelah disimpan di jok sepeda motor. Teman korban lalu meminta ganti rugi atas kehilangan tersebut.
Kakak korban, Hana Novia Kristiani, mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah beritikad baik untuk menyelesaikan persoalan itu.
“Kami sudah memberikan uang dan adik saya juga sudah mengganti dengan sandal baru. Awalnya kami pikir masalah sudah selesai,” ujarnya.
Namun persoalan ternyata belum berakhir. Pihak yang mengaku kehilangan sandal disebut kembali menuntut karena menilai harga sandal pengganti jauh di bawah nilai sandal yang hilang.
Mereka mengklaim sandal asli bernilai sekitar Rp1,5 juta, sedangkan sandal pengganti yang diberikan korban hanya berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
Tragedi terjadi pada Sabtu malam, (30/5/2026), di kawasan Jalan Manukan Mukti, Tandes, Surabaya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keluarga dan warga sekitar, Thomas awalnya keluar rumah untuk membeli minuman.
Di perjalanan, korban bertemu dengan kelompok yang diduga berjumlah empat orang. Korban sempat diajak berduel sebelum akhirnya dibawa ke lokasi lain dan diduga mengalami pengeroyokan.
Akibat kekerasan tersebut, Thomas ditemukan dalam kondisi tidak berdaya.
Warga kemudian mengetahui korban telah berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan medis. Karena luka yang dialami cukup serius, Thomas akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.
Setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Thomas dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, (4/6/2026).
Keluarga korban mengaku sangat terpukul atas peristiwa tersebut. Mereka menilai tindakan kekerasan yang terjadi tidak sebanding dengan persoalan yang menjadi pemicunya.
“Kami sangat menyayangkan jika hanya karena masalah ganti rugi sandal sampai menghilangkan nyawa seseorang,” kata Hana.
Pihak keluarga berharap seluruh pelaku mendapat hukuman setimpal dan proses hukum berjalan secara transparan.
Sementara itu, Polrestabes Surabaya mengonfirmasi telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto menyebut keempat terduga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Benar, empat orang sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka, yakni berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU,” ujarnya.
Hingga kini penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian serta peran masing-masing tersangka dalam kasus tersebut.
Kasus kematian Thomas menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana konflik yang berawal dari persoalan sederhana dapat berujung pada tindak kekerasan fatal yang merenggut nyawa seorang remaja. (Irawan/Mun)
-
RAGAM15/06/2026 12:00 WIBBBM Baru B50 Siap Diterapkan 1 Juli
-
NASIONAL15/06/2026 12:00 WIB85.290 Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air
-
DUNIA15/06/2026 12:30 WIBMisteri Kehancuran Negara Yerusalem Akhirnya Terkuak
-
POLITIK15/06/2026 06:00 WIBGuntur Romli: Jokowi Dipecat Bersama Gibran dan Bobby dari PDIP
-
POLITIK15/06/2026 11:10 WIBPartai Geloara Desak Threshold Dihapus Total
-
EKBIS15/06/2026 13:30 WIBPengamat SDI: Ajakan Dasco Jual Dolar Jadi Simbol Persatuan Ekonomi
-
JABODETABEK15/06/2026 10:55 WIBAmankan Demo, Polisi Kerahkan 5.955 Personel dan Rekayasa Lalu Lintas
-
EKBIS15/06/2026 10:30 WIBRupiah Dibuka Menguat 82 Poin ke Rp17.778