NUSANTARA
WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Tahanan Imigrasi Surabaya
AKTUALITAS.ID – Suasana Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mendadak geger setelah seorang warga negara asing (WNA) asal India ditemukan tewas di ruang detensi. Pria berinisial SN (48) itu diduga mengakhiri hidupnya sendiri hanya beberapa hari sebelum dijadwalkan dideportasi ke negara asalnya.
Peristiwa mengejutkan itu terjadi di ruang tahanan Imigrasi Surabaya yang berada di kawasan Juanda, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026) pagi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Agus Winarto mengatakan SN sebelumnya diamankan karena diduga melanggar aturan keimigrasian akibat overstay selama 248 hari.
Kasus tersebut bermula dari laporan dan koordinasi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sidoarjo terkait persoalan keluarga dan hak anak yang melibatkan WNA tersebut.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan yang bersangkutan telah melewati masa izin tinggal selama 248 hari,” kata Agus, Jumat (15/5/2026).
Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan dengan pendampingan dari UPTD PPA, SN resmi ditempatkan di ruang detensi Imigrasi sejak Senin (11/5).
Rencananya, pria asal India itu akan dideportasi pada 17 Mei 2026.
Namun nahas, saat petugas melakukan pengecekan rutin sekitar pukul 07.50 WIB pada Kamis pagi, SN ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam ruang detensi.
“Petugas segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Agus.
Saat ini pihak Imigrasi Surabaya terus berkoordinasi dengan Polresta Sidoarjo, Polsek Sedati, dan rumah sakit terkait proses penyelidikan, visum, hingga autopsi.
Tak hanya itu, Konsulat Kehormatan India di Surabaya juga telah dihubungi guna menyampaikan informasi kepada keluarga korban serta mengurus penanganan jenazah sesuai prosedur diplomatik.
Imigrasi Surabaya menyatakan turut berduka atas kejadian tersebut dan memastikan proses penanganan dilakukan secara profesional serta transparan.
“Kami juga melakukan evaluasi internal terhadap prosedur pengamanan ruang detensi,” kata Agus.
Pihak Imigrasi menegaskan perlindungan terhadap anak yang berkaitan dengan kasus tersebut tetap menjadi perhatian utama melalui koordinasi dengan instansi terkait. (Irawan/Mun)
-
NUSANTARA16/05/2026 21:21 WIBLiput Kasus Kondensat, Wartawan di Medan Mengaku Diculik dan Dipaksa Klarifikasi
-
NASIONAL16/05/2026 16:30 WIBPresiden Prabowo Awali Panen Raya Jagung Kuartal II
-
PAPUA TENGAH16/05/2026 17:30 WIBGagal Nyalip, Minibus Terjun ke Parit Irigasi
-
OLAHRAGA16/05/2026 18:00 WIBInidia Lima Kandidat yang Bersaing Dalam IBL Rookie Of The Year 2026
-
DUNIA16/05/2026 20:00 WIBUEA: Tidak Butuh Perlindungan Dari Luar untuk Pertahankan Kedaulatan
-
RAGAM16/05/2026 17:00 WIBFilm “Ghost in the Cell” Tayang di Thailand
-
PAPUA TENGAH16/05/2026 19:30 WIBHujan Gol, SMA Negeri 5 Gulung SMA Advent 4-0
-
NUSANTARA16/05/2026 16:00 WIBTNI Koops Habema Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Nalince Wamang dan Komitmen Lindungi Warga