Connect with us

NUSANTARA

Tekan Kriminalitas Jalanan, Bandung Terapkan Jam Malam Pelajar dan Patroli Bersenjata

Aktualitas.id -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

AKTUALITAS.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kepolisian memperkuat pengamanan Bandung Raya untuk menekan aksi kriminalitas jalanan dengan menerapkan jam malam pelajar secara permanen serta menambah patroli aparat di sejumlah titik rawan.Hal itu dilakukan menyusul meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap aksi kejahatan jalanan, pencurian dengan kekerasan, serta keterlibatan remaja dalam kelompok bermotor dan penyalahgunaan narkoba.

“Tujuannya bukan menganggap pelaku pasti pelajar. Kebijakan ini justru untuk membentengi mereka agar tidak terpengaruh menjadi pelaku, atau yang lebih mengerikan lagi, menjadi korban,” ujar Muhammad Farhan, Kamis (23/7/2026).

Kebijakan jam malam pelajar kembali diberlakukan dengan aturan siswa wajib berada di rumah mulai pukul 21.00 WIB pada hari biasa. Sementara pada akhir pekan, aktivitas pelajar di luar rumah dibatasi hingga pukul 24.00 WIB.

Pemerintah Kota Bandung mengambil kebijakan tersebut setelah menemukan sejumlah faktor yang diduga menjadi pemicu meningkatnya aksi kriminalitas. Selain pengaruh lingkungan, konsumsi minuman keras, obat-obatan terlarang, hingga tekanan ekonomi akibat judi online turut menjadi perhatian.

Farhan menjelaskan fenomena penggunaan alat pembobol kendaraan seperti kunci T juga menjadi salah satu persoalan yang harus diantisipasi. Alat tersebut bahkan disebut mulai dikenal di kalangan pelajar sekolah menengah pertama sebagai bagian dari aktivitas yang mengarah pada tindak kriminal.

“Yang kami lakukan bukan hanya penindakan, tetapi pencegahan. Anak-anak harus dijauhkan dari lingkungan yang bisa membawa mereka masuk ke dalam tindakan melanggar hukum,” kata Farhan.

Selain pembatasan aktivitas malam hari, sekolah akan dilibatkan dalam sistem pengawasan bersama orang tua. Pemkot Bandung meminta orang tua membuat komitmen tertulis untuk memastikan anak-anak tidak terlibat dalam perilaku negatif, seperti merokok, mengonsumsi minuman keras, hingga bergabung dengan kelompok bermotor.

Dari sisi keamanan, Polrestabes Bandung mengerahkan sekitar 650 personel setiap hari untuk melakukan pengawasan di 30 wilayah kepolisian sektor. Patroli difokuskan pada kawasan perbatasan antarwilayah Bandung Raya yang dianggap memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

Kapolrestabes Bandung juga menempatkan personel bersenjata lengkap di sejumlah lokasi yang menjadi perhatian utama. Pengamanan dilakukan untuk mencegah aksi kriminalitas sekaligus mengantisipasi tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat.

Wilayah yang mendapat pengawasan khusus mencakup jalur perbatasan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Selain itu, sejumlah ruang publik seperti taman kota, kawasan wisata malam, pusat keramaian, hingga kawasan Alun-Alun Bandung turut menjadi titik patroli.

Patroli gabungan dilakukan setiap malam dengan apel pasukan pada pukul 23.00 WIB. Setelah itu, personel bergerak melakukan penyisiran hingga pukul 04.00 WIB.

Pemerintah juga membatasi aktivitas perdagangan malam. Pedagang kaki lima dan kegiatan usaha warga dibatasi hingga pukul 24.00 WIB pada hari kerja dan maksimal pukul 02.00 WIB saat akhir pekan.

Upaya pengamanan diperkuat melalui optimalisasi kamera pengawas atau CCTV yang terhubung dengan pusat kendali pemerintah daerah. Kamera tersebut dilengkapi pengeras suara untuk memberikan imbauan langsung kepada masyarakat.

Pemkot Bandung bersama Pemprov Jawa Barat juga mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) melalui gerakan Warga Jaga Warga.

Farhan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi terkait peta zona merah kriminalitas yang beredar di media sosial. Ia menegaskan informasi tersebut belum tentu berasal dari pemerintah maupun kepolisian.

“Kepala daerah harus memberikan respons yang terukur dan tidak emosional saat menghadapi isu viral. Langkah ini penting untuk meredam kegelisahan masyarakat,” tegas Farhan.

TRENDING

Exit mobile version