OASE
Tragedi 1257: Hancurnya Perpustakaan Baghdad, Awal Kemunduran Dunia Islam
AKTUALITAS.ID – Baghdad, yang pernah menjadi pusat keemasan ilmu pengetahuan, mengalami kehancuran besar pada tahun 1257 saat pasukan Mongol menyerang kota tersebut. Peristiwa tragis ini tidak hanya mengakhiri kejayaan Kekhalifahan Abbasiyah, tetapi juga menjadi titik balik kemunduran dunia Islam dalam bidang intelektual.
Perpustakaan Baghdad: Cahaya Peradaban yang Padam
Di era keemasan Islam, Perpustakaan Baghdad atau House of Wisdom (Bayt al-Hikma) berdiri megah sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia. Didirikan pada masa Khalifah Al-Ma’mun (813-833 M), perpustakaan ini menjadi rumah bagi para ilmuwan lintas agama dan budaya. Di sinilah karya-karya klasik Yunani dan India diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, yang kemudian memperkaya khazanah ilmu dunia dalam bidang matematika, kedokteran, filsafat, hingga astronomi.
Namun, kejayaan ini berakhir pada awal tahun 1257. Saat itu, Kekaisaran Mongol di bawah Mongke Khan tengah memperluas wilayahnya. Baghdad, yang saat itu diperintah Khalifah Al-Mustasim, menjadi target empuk karena kondisi kekhalifahan yang sudah melemah.
Pengepungan Baghdad: Ketika Ilmu Dikorbankan Demi Harta
Pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan menuntut Baghdad menyerah. Namun, Khalifah Al-Mustasim menolak, sehingga perang pun tak terhindarkan. Dalam pertempuran yang berlangsung sengit, pertahanan Baghdad runtuh. Tentara Mongol masuk dan melakukan pembantaian besar-besaran terhadap penduduk, menjarah harta benda, serta menghancurkan simbol kejayaan Islam.
Salah satu aksi paling mengerikan adalah penghancuran Perpustakaan Baghdad. Ribuan manuskrip berharga, hasil pemikiran para ilmuwan Muslim dan warisan ilmu dunia, dibakar atau dibuang ke Sungai Tigris. Konon, air sungai itu berubah menjadi hitam akibat tinta dari buku-buku yang hancur. Ada juga yang menyebut jumlah buku yang dibuang begitu banyak hingga membentuk jembatan di atas sungai.
Sejarawan Fernando Baez dalam bukunya Penghancuran Buku dari Masa ke Masa (2013) menyebut bahwa kehancuran Perpustakaan Baghdad adalah pukulan telak bagi intelektual Islam. Dunia kehilangan sumber ilmu yang selama berabad-abad menjadi pusat peradaban.
Dampak Jangka Panjang: Kemunduran Dunia Islam
Serangan Mongol ke Baghdad bukan sekadar peristiwa perang biasa. Hancurnya Perpustakaan Baghdad menjadi titik awal kemunduran dunia Islam dalam ranah keilmuan. Jika sebelumnya dunia Islam melahirkan cendekiawan besar seperti Al-Khawarizmi dan Ibn Sina, setelah tragedi ini, perkembangan ilmu di dunia Islam mengalami stagnasi.
Tragedi ini menjadi pelajaran bahwa ilmu pengetahuan adalah aset berharga yang harus dijaga. Kemajuan sebuah peradaban tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kejayaan intelektual. Sejarah telah mencatat bagaimana Baghdad pernah menjadi mercusuar dunia—dan bagaimana kehancurannya membawa dampak panjang bagi umat Islam hingga hari ini. (YAN KUSUMA/RIHADIN)
-
PAPUA TENGAH08/05/2026 19:30 WIBFreeport Setor Tambahan Dividen Untuk Pemprov dan 8 Kabupaten Se-Papua Tengah
-
POLITIK08/05/2026 20:00 WIBGus Ipul Sebut Menag Berpeluang Pimpin PBNU
-
POLITIK08/05/2026 17:00 WIBDPD RI Desak Regulasi Pemilu 2029 Segera Disiapkan Pasca Putusan MK
-
NASIONAL08/05/2026 16:00 WIBHaerul Saleh Teriak “Kebakaran” Sebelum Tewas Terjebak Api
-
POLITIK08/05/2026 18:00 WIBAhmad Ali Siap Jadi Jembatan ke JK
-
DUNIA08/05/2026 19:00 WIBIran Klaim Serang Kapal Militer AS di Selat Hormuz
-
NUSANTARA08/05/2026 16:30 WIB2 Wisatawan Asing Diduga Meninggal Akibat Erupsi Dukono
-
JABODETABEK08/05/2026 18:30 WIBCFD Rasuna Said Resmi Dimulai Minggu Ini