Connect with us

OASE

Kenapa Kitab Zabur Tidak Ada Syariat Baru? Ini Penjelasan Al-Qur’an

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Kitab Zabur merupakan salah satu kitab suci yang wajib diimani umat Islam. Diturunkan kepada Nabi Daud AS, kitab ini memiliki karakter berbeda dibandingkan Taurat dan Injil karena berisi pujian dan hikmah, bukan hukum syariat.

Dalam ajaran Islam, Kitab Zabur adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Daud AS sekitar abad ke-10 sebelum Masehi di wilayah Tanah Kanaan. Kitab ini menjadi bagian dari empat kitab suci yang wajib diimani umat Islam, selain Taurat, Injil, dan Al-Qur’an.

Al-Qur’an secara tegas menyebutkan turunnya Zabur dalam Surah Al-Isra ayat 55 yang menyatakan bahwa Allah memberikan Zabur kepada Nabi Daud. Hal ini menegaskan kedudukan istimewa Nabi Daud sebagai salah satu nabi penerima wahyu.

Selain itu, dalam Surah An-Nisa ayat 163, disebutkan bahwa Nabi Daud termasuk di antara para nabi yang menerima wahyu langsung dari Allah SWT.

Berbeda dengan kitab suci lainnya, Zabur tidak berisi hukum-hukum syariat baru. Ajarannya lebih berfokus pada zikir, pujian, nasihat, serta hikmah kehidupan. Karena itu, Zabur sering dikaitkan dengan mazmur atau nyanyian rohani yang berjumlah sekitar 150 pasal.

Secara etimologis, kata “Zabur” berasal dari bahasa Ibrani yang berkaitan dengan makna lagu atau pujian. Isi kitab ini pun banyak disampaikan dalam bentuk lantunan yang merdu, sesuai dengan keistimewaan Nabi Daud yang dikenal memiliki suara indah.

Sejarah turunnya Zabur juga berkaitan dengan perjalanan hidup Nabi Daud, termasuk peristiwa kemenangan atas Jalut. Setelah itu, Nabi Daud diangkat sebagai nabi dan diberikan hikmah serta wahyu berupa Zabur.

Adapun isi pokok ajaran Kitab Zabur meliputi pujian kepada Allah, nasihat kebaikan, kisah umat terdahulu, doa dan zikir, serta ungkapan spiritual Nabi Daud dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kitab ini berfungsi sebagai pedoman spiritual bagi Bani Israil pada masanya, khususnya dalam memperkuat tauhid dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Memahami sejarah dan isi Kitab Zabur menjadi bagian penting dalam menguatkan iman kepada kitab-kitab Allah. Meski tidak memuat syariat, Zabur tetap memiliki nilai spiritual yang tinggi dalam perjalanan ajaran Islam. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version