OASE
Makna Tersembunyi 7 Surat Tasbih dalam Al-Qur’an
AKTUALITAS.ID – Dalam Al-Qur’an, terdapat pengelompokan surah-surah tertentu yang memiliki keunikan pada ayat pembukanya. Salah satu yang paling istimewa adalah kelompok surah Musabbihat, yaitu surah-surah yang diawali dengan kalimat penyucian Allah SWT atau kalimat tasbih.
Kalimat tasbih, seperti Subhanallah (Maha Suci Allah) atau Yusabbihu lillah, bukan sekadar zikir biasa. Di dalamnya terkandung makna pengakuan mendalam atas kemahasucian Allah dari segala kekurangan.
Berikut adalah daftar 7 surah dalam Al-Qur’an yang diawali dengan kalimat tasbih beserta maknanya:
1. Surah Al-Isra (Ayat 1)
Surah ini diawali dengan lafal “Subhaana”.
Bunyi Ayat: “Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa…”
Tafsir: Penggunaan kata “Subhana” di awal ayat menandakan adanya peristiwa luar biasa yang hanya bisa terjadi karena kekuasaan Allah, yakni peristiwa Isra Mi’raj.
2. Surah Al-Hadid (Ayat 1)
Diawali dengan bentuk kata kerja lampau (fi’il madhi), yaitu “Sabbaha”.
Bunyi Ayat: “Apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Tafsir: Ayat ini menjelaskan bahwa seluruh makhluk, baik benda mati maupun hidup, telah menyatakan kebesaran Allah sejak dahulu kala.
3. Surah Al-Hasyr (Ayat 1)
Sama seperti Al-Hadid, surah ini juga diawali dengan “Sabbaha”.
Bunyi Ayat: “Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah…”
Tafsir: Seluruh alam semesta tunduk pada hukum dan ketetapan Allah (Sunnatullah). Jika melanggarnya, niscaya alam akan hancur.
4. Surah As-Shaff (Ayat 1)
- Bunyi Ayat: “Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah…”
- Tafsir: Menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Dia adalah pencipta yang menjaga kelangsungan seluruh alam semesta.
5. Surah Al-Jumu’ah (Ayat 1)
Berbeda dengan sebelumnya, surah ini menggunakan bentuk kata kerja masa kini/akan datang (fi’il mudhari’), yaitu “Yusabbihu”.
Bunyi Ayat: “Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah Yang Maha Raja, Maha Suci…”
Tafsir: Penggunaan kata “senantiasa” menunjukkan bahwa tasbih makhluk kepada Allah terjadi secara terus-menerus tanpa henti.
6. Surah At-Taghabun (Ayat 1)
Juga diawali dengan kata “Yusabbihu”.
Bunyi Ayat: “Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Milik-Nyalah segala kerajaan dan segala pujian…”
Tafsir: Allah adalah Maharaja yang Mahakuasa. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi tanpa ada yang bisa menghalangi.
7. Surah Al-A’la (Ayat 1)
Diawali dengan kalimat perintah (fi’il amr), yaitu “Sabbih”.
Bunyi Ayat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi.”
Tafsir: Allah memerintahkan langsung kepada Rasul-Nya dan umat manusia untuk menyucikan nama-Nya melalui lisan dan perbuatan.
Membaca dan merenungi tujuh surah Musabbihat ini merupakan salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dengan memahami bahwa seluruh alam semesta bertasbih, manusia diharapkan lebih rendah hati dan senantiasa mengagungkan kebesaran Allah SWT dalam setiap langkah hidupnya. (Mun)
-
RAGAM14/09/2026 22:00 WIB10 Tanda Diabetes Bisa Muncul di Kulit
-
NASIONAL14/09/2026 19:00 WIBDPR Minta Sanksi Keras bagi Operator Kapal yang Membandel
-
DUNIA14/09/2026 18:00 WIBMantan Pejabat CIA Terjerat Kasus Emas Rp700 Miliar
-
DUNIA15/09/2026 00:00 WIBKebakaran Hutan Dahsyat Hanguskan Kawasan Mewah Costa del Sol Spanyol
-
NASIONAL14/09/2026 20:00 WIBPuspom AU Tahan 4 Prajurit Terkait Kematian Serda Ahmad di Halim
-
OASE15/09/2026 05:00 WIBUmat Islam Wajib Percaya Seluruh Kitab Ini Tanpa Terkecuali
-
EKBIS15/09/2026 09:30 WIBIHSG Jeblok! 3 Saham Bank Jumbo Ikut Terseret
-
NASIONAL15/09/2026 07:00 WIBFahd Arafiq hingga Eks Bupati Kebumen Masuk OTT KPK