Connect with us

OTOTEK

Perang Talenta AI: Meta Sikat Para Ilmuwan OpenAI dengan Tawaran Triliunan Rupiah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Foto: ist

AKTUALITAS.ID – Dunia kecerdasan buatan (AI) kembali bergejolak. OpenAI, perusahaan pencetus ChatGPT yang pernah menjadi primadona AI global, kini tengah dilanda krisis migrasi talenta. Para ilmuwan terbaiknya satu per satu menyebrang ke Meta, perusahaan teknologi raksasa milik Mark Zuckerberg.

Langkah dramatis ini bukan tanpa alasan. Meta baru saja meluncurkan Superintelligence Lab, divisi AI ambisius yang dirancang untuk menantang dominasi OpenAI. Dengan strategi agresif, Meta membajak para peneliti ternama termasuk co-creator ChatGPT, Shengjia Zhao dengan iming-iming gaji fantastis dan posisi prestisius.

Zhao kini menjabat sebagai Kepala Ilmuwan di Superintelligence Lab. Dalam unggahan resminya di Threads, Zuckerberg menyebut Zhao akan menetapkan arah ilmiah laboratorium yang digadang-gadang menjadi pusat riset AGI (Artificial General Intelligence). Zhao bukan satu-satunya nama besar yang hengkang dari OpenAI. Dalam beberapa minggu terakhir, setidaknya tujuh peneliti kunci telah hijrah ke Meta.

Langkah Zuckerberg dinilai sebagai kudeta intelektual terbesar dalam dunia AI. Ia bahkan disebut turun langsung menghubungi kandidat dari kampus-kampus elite seperti UC Berkeley dan Carnegie Mellon. Gaji super jumbo hingga US$100 juta (Rp 1,6 triliun) pun disiapkan sebagai senjata perekrutan.

Superintelligence Lab dirancang terpisah dari divisi riset AI Meta sebelumnya, yakni FAIR. Fokusnya? Membangun “kecerdasan umum lengkap” dan membagikan hasil risetnya secara terbuka, sebuah pendekatan yang dipuji sekaligus dikhawatirkan banyak pihak.

Jika tren ini berlanjut, dominasi AI bisa segera bergeser. Meta tampaknya tak hanya bermain dalam bayang-bayang OpenAI, melainkan siap merebut panggung utama dengan pasukan ilmuwan pilihan. Dunia pun bersiap menyaksikan revolusi kecerdasan baru yang tak lagi dipimpin oleh ChatGPT. (Mun)

TRENDING