OTOTEK
Pengguna TikTok di Eropa Tembus 200 Juta, Popularitas Kian Menguat Meski Diterpa Regulasi
AKTUALITAS.ID – berbagi video pendek TikTok terus menunjukkan pertumbuhan pesat di Eropa. Menurut laporan Reuters yang dikutip Techi pada Sabtu (6/9/2025), jumlah pengguna bulanan TikTok di benua tersebut telah melampaui 200 juta orang. Artinya, secara kasar satu dari tiga penduduk Eropa kini aktif menggunakan aplikasi milik ByteDance asal China itu.
Angka ini melonjak signifikan dari 175 juta pengguna di 32 negara Eropa pada 2024. Secara global, juru bicara TikTok mengungkapkan jumlah pengguna bulanan sudah mencapai satu miliar, menjadikannya salah satu raksasa media sosial dunia.
Lonjakan ini terjadi meski TikTok menghadapi tekanan regulasi yang semakin besar di berbagai negara. Di Amerika Serikat, mantan Presiden Donald Trump mendesak ByteDance untuk mendivestasi asetnya. Sementara itu, Uni Eropa pada Mei 2025 menjatuhkan denda 530 juta euro (sekitar Rp10 triliun) terkait isu privasi.
Namun, popularitas TikTok tak surut. Platform ini tetap digandrungi terutama oleh kalangan muda, sementara para pesaing masih kesulitan menandingi format video pendek yang menjadi ciri khasnya. TikTok juga berhasil menemukan ceruk pasar tersendiri, di saat pertumbuhan platform media sosial lain relatif lebih lambat.
Meski demikian, sorotan publik terhadap isu perlindungan data, moderasi konten, hingga tanggung jawab platform semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna. (YAN KUSUMA/DIN)
-
NASIONAL25/08/2026 11:00 WIBPrabowo Perintahkan Usut 4 Korporasi di Kalbar
-
DUNIA25/08/2026 12:00 WIBNetanyahu Diduga Sengaja Panaskan Gaza Demi Tunda Pemilu
-
NASIONAL25/08/2026 13:00 WIBBank Mandiri Kena Serbu Netizen usai Bekukan Rekening Rp80,9 Juta
-
NASIONAL25/08/2026 09:00 WIBBMKG Ungkap Asap Karhutla Kalimantan Bisa Menembus Negara Tetangga
-
NASIONAL25/08/2026 04:00 WIBDKPP Jatuhkan Sanksi Etik ke Bawaslu Intan Jaya
-
NASIONAL25/08/2026 17:00 WIBMK Didesak Tegaskan Batas Masa Jabatan Kapolri
-
NUSANTARA25/08/2026 19:00 WIBGempa Flores 1992 Lebih Mematikan dari 2026
-
NASIONAL25/08/2026 14:00 WIBBNPB: NTT Diguncang 6.409 Gempa Susulan