POLITIK
SBY Siap Bantu Prabowo dalam Pemerintahan Tanpa Jabatan Formal
AKTUALITAS.ID – Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman mengungkapkan bahwa Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkomitmen untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tanpa harus menduduki jabatan resmi. Hal ini disampaikan Iftitah di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2024), usai pertemuan antara Prabowo dan SBY di Cikeas, Bogor.
“Saya tidak tahu apakah ada tawaran posisi atau tidak, tetapi yang pasti Pak SBY menyatakan akan mendukung pemerintahan Pak Prabowo tanpa perlu memegang posisi tertentu,” kata Iftitah. Menurutnya, SBY akan menyumbangkan waktu, tenaga, dan pemikirannya demi keberhasilan kepemimpinan Prabowo.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sebelumnya mengungkapkan bahwa ayahnya, SBY, tengah mengadakan makan malam bersama Prabowo di kediamannya di Cikeas. AHY menyampaikan hal tersebut saat membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) Partai Demokrat.
“Salam dari Pak SBY, beliau sekarang makan malam dengan Pak Presiden Prabowo di Cikeas,” ujar AHY, disambut antusiasme para kader Demokrat.
SBY sebelumnya disebut-sebut akan memberikan kontribusi aktif dalam pemerintahan Prabowo Subianto, namun Iftitah menegaskan bahwa kontribusi tersebut tidak memerlukan jabatan formal. (Damar Ramadhan)
-
FOTO31/03/2026 18:00 WIBFOTO: Zulhas Buka Rakernas I PAN
-
RIAU31/03/2026 18:17 WIBNelayan Meranti Terima 20 Mesin Ketinting, Kapolda Riau Dorong Ekonomi Pesisir
-
DUNIA31/03/2026 15:00 WIBMoskow Bantu Iran dengan Drone Shahed Canggih
-
NASIONAL31/03/2026 18:31 WIBKronologi Dokter Magang di Cianjur Meninggal Dunia usai Tangani Pasien Campak
-
NASIONAL31/03/2026 19:00 WIBPemerintah dan Pertamina Sepakat Harga BBM Batal Naik
-
PAPUA TENGAH31/03/2026 20:00 WIBPenipuan Percepatan Haji Marak di Mimika, Kemenhaj Imbau Jemaah Waspada
-
RAGAM31/03/2026 20:30 WIBPenyakit Campak Menular Lewat Udara dan Droplet
-
OTOTEK31/03/2026 16:00 WIBEfesiensi Operasional, BYD Pangkas 100.000 Tenaga Kerja

















