Connect with us

POLITIK

Bawaslu Jambi Temukan Ribuan Data Pemilih Bermasalah, KPU Diminta Segera Benahi PDPB

Aktualitas.id -

Bawaslu saat melakukan uji petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kota Jambi menemukan sejumlah persoalan serius dalam hasil uji petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang dilakukan bersama Bawaslu RI. Hasil temuan tersebut menyoroti lemahnya akurasi data pemilih dan masih buruknya penempatan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di beberapa wilayah.

Ketua Bawaslu Kota Jambi, Alamsah, mengungkapkan bahwa tim menemukan berbagai ketidaksesuaian data di lapangan, termasuk pemilih yang telah berusia 17 tahun namun belum terdaftar dalam Sistem Data Pemilih (Sidalih). Selain itu, banyak warga yang sudah pindah domisili atau berbeda kelurahan, tetapi masih tercatat di TPS lama yang jauh dari tempat tinggalnya.

“Ini bukan masalah baru. Bahkan kami temukan ada pemilih yang ditempatkan di kelurahan berbeda,” ujar Alamsah, Rabu (22/10/2025).

Bawaslu kota Jambi menegaskan akan segera menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar segera menindaklanjuti temuan tersebut. Pihaknya menekankan pentingnya prinsip aksesibilitas dalam penempatan TPS yakni agar pemilih bisa menyalurkan hak suaranya tanpa kendala jarak atau administrasi.

Meski KPU beralasan belum adanya fitur pemindahan TPS dalam sistem PDPB, Bawaslu telah memberikan saran perbaikan secara rinci (rigid). Rekomendasi tersebut mencakup penyesuaian lokasi TPS sesuai alamat pemilih, serta penanganan data pemilih meninggal dunia yang belum diperbarui secara maksimal.

Divisi Pengawasan Bawaslu Kota Jambi juga mencatat masih terdapat ribuan data pemilih meninggal yang belum dieksekusi oleh KPU.

“Per September lalu, ada 3.592 data pemilih meninggal yang sudah memiliki surat kematian. Namun, baru 848 yang dieksekusi. Artinya masih ada sekitar 2.700 data aktif yang seharusnya sudah dihapus,” tegas Alamsah.

Bawaslu berharap KPU segera melakukan langkah konkret dan sistematis dalam memperbaiki data pemilih agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap pemilu. (Mun)

Continue Reading

TRENDING