Connect with us

POLITIK

Gerindra Respons Santai Blusukan Politik Jokowi dan Kaesang ke Lampung

Aktualitas.id -

Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyapa ribuan pendukungnya saat kampanye di Kota Probolinggo, Jawa Timur,  Rabu (10/4/2019). Dalam kampanye tersebut Jokowi memperkenalkan tiga kartu sakitnya kepada masyarakat dan juga berpesan agar perbedaan pilihan politik tidak menjadikan bangsa ini pecah. [Kiki Budi Hartawan].

AKTUALITAS.ID – Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra menanggapi santai kegiatan blusukan politik Presiden ketujuh RI Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep di Provinsi Lampung. Partai berlambang kepala garuda itu menilai aktivitas tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan seorang tokoh nasional.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra yang juga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pihaknya justru bersyukur kondisi kesehatan Joko Widodo telah membaik sehingga kembali dapat menjalankan aktivitas di tengah masyarakat.

“Kami dari Gerindra menyampaikan selamat. Artinya beliau sudah sehat kembali dan sudah fit. Sebelumnya sempat kurang fit,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan mantan kepala negara bersama putranya tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang menimbulkan polemik politik. Sebagai tokoh bangsa, Jokowi memiliki ruang untuk bertemu masyarakat maupun melakukan berbagai kegiatan di daerah.

“Sebagai tokoh dan negarawan saya kira tidak ada masalah dengan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Meski tidak mempersoalkan agenda Jokowi dan Kaesang, Prasetyo memberikan tanggapan berbeda terkait munculnya wacana pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali maju pada Pemilihan Presiden berikutnya.

Dirinya menilai pembahasan mengenai peluang dua periode belum menjadi prioritas pemerintah. Saat ini, perhatian utama kabinet adalah menyelesaikan berbagai program yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Belum. Kami yang berada di pemerintahan memilih fokus bekerja lebih dulu. Kami belum berpikir mengenai hal itu,” tuturnya.

Prasetyo menjelaskan masih banyak agenda besar yang harus diselesaikan pemerintah, mulai dari persoalan ketenagakerjaan, peningkatan kesejahteraan guru, pembenahan aparatur sipil negara, hingga percepatan program industrialisasi dan hilirisasi.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan berbagai pekerjaan tersebut jauh lebih penting dibanding membahas dinamika politik menjelang kontestasi berikutnya.

“Masalah ketenagakerjaan masih banyak yang harus diselesaikan. Persoalan guru juga masih perlu ditata. Begitu pula pembenahan ASN serta program industrialisasi dan hilirisasi. Fokus kami saat ini ada di sana,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan sikap Partai Gerindra yang memilih mengedepankan pelaksanaan program pemerintahan dibanding merespons berbagai spekulasi politik yang berkembang.

Dalam beberapa waktu terakhir, isu mengenai peluang pasangan Prabowo dan Gibran kembali maju pada periode berikutnya mulai mencuat di ruang publik. Wacana itu muncul bersamaan dengan meningkatnya aktivitas sejumlah tokoh politik di berbagai daerah.

Meski demikian, pemerintah memastikan agenda pembangunan nasional tetap menjadi prioritas utama. Seluruh kementerian dan lembaga diminta memusatkan perhatian pada percepatan pelaksanaan program strategis yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

Gerindra juga menilai stabilitas pemerintahan hanya dapat terjaga apabila seluruh energi diarahkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Karena itu, pembahasan mengenai agenda politik jangka panjang dinilai belum relevan dilakukan saat ini. (Yan)

TRENDING

Exit mobile version