RAGAM
Hati-Hati! Ini 10 Risiko Makan Gorengan saat Berbuka Puasa
AKTUALITAS.ID – Gorengan sering menjadi pilihan utama saat berbuka puasa karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah. Namun, di balik kelezatannya, konsumsi gorengan yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Mengutip Medical News Today, Senin (10/3/2025), gorengan mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga risiko penyakit serius seperti jantung dan diabetes.
Agar lebih waspada, berikut ini 10 risiko makan gorengan saat berbuka puasa yang perlu diperhatikan!
1. Meningkatkan Asam Lambung
Gorengan sulit dicerna dan dapat merangsang produksi asam lambung berlebih, menyebabkan refluks asam yang menimbulkan sensasi panas di dada serta gangguan pencernaan lainnya.
2. Memicu Kenaikan Berat Badan
Kandungan kalori tinggi dalam gorengan dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. Jika dikonsumsi berlebihan, berat badan bisa naik drastis dan meningkatkan risiko obesitas.
3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Lemak trans dalam minyak goreng bisa menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL), yang berkontribusi pada penyumbatan pembuluh darah serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
4. Membuat Tubuh Mudah Lelah
Meskipun mengenyangkan, gorengan rendah nutrisi sehingga tidak memberikan energi yang cukup bagi tubuh. Akibatnya, tubuh bisa merasa lemas dan mudah mengantuk setelah berbuka puasa.
5. Mengurangi Asupan Nutrisi
Gorengan tidak mengandung vitamin dan mineral penting seperti protein, zat besi, serta vitamin A, C, D, dan E. Jika dikonsumsi terus-menerus, daya tahan tubuh bisa melemah.
6. Menurunkan Sistem Imun dan Memicu Peradangan
Makanan tinggi lemak jenuh dan garam dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh serta menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan penyakit.
7. Mengganggu Kesehatan Pencernaan
Kandungan serat yang rendah dalam gorengan bisa menyebabkan sembelit dan masalah pencernaan lainnya. Minyak bekas pakai juga bisa memicu ketidakseimbangan bakteri di usus.
8. Memicu Kolesterol Tinggi
Minyak yang digunakan untuk menggoreng sering kali mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Jika tidak dikontrol, kondisi ini bisa menyebabkan hipertensi dan gangguan kardiovaskular.
9. Meningkatkan Risiko Lonjakan Gula Darah
Gorengan berbahan tepung memiliki indeks glikemik tinggi yang bisa menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba. Hal ini berbahaya bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko mengalami resistensi insulin.
10. Menyebabkan Jerawat dan Masalah Kulit
Makanan berminyak dapat meningkatkan produksi sebum pada kulit, yang memicu jerawat dan kulit berminyak. Selain itu, minyak goreng yang digunakan berulang kali dapat memperburuk kondisi kulit dalam jangka panjang.
Pilih Alternatif Lebih Sehat
Meskipun gorengan menggugah selera, konsumsi berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan. Sebagai alternatif, cobalah berbuka dengan makanan yang kaya serat, protein, dan vitamin agar tubuh tetap bugar selama Ramadan.
Jadi, masih mau berbuka dengan gorengan? Yuk, mulai kurangi dan pilih makanan yang lebih sehat! (ARI WIBOWO/DIN)
-
PAPUA TENGAH26/03/2026 20:30 WIBIptu Yakobus Resmi Jabat Kasat Resnarkoba Polres Mimika
-
OTOTEK26/03/2026 18:00 WIBSony dan Honda Angkat Tangan pada Proyek Mobil Listriknya
-
NUSANTARA26/03/2026 20:00 WIBAksi Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Berhasil Digagalkan
-
DUNIA26/03/2026 17:30 WIBMenlu: Iran Tidak Sedang Bernegosiasi dengan AS
-
PAPUA TENGAH26/03/2026 19:00 WIBPemkab Mimika Siapkan Akselerasi Koperasi Merah Putih di Wilayah Pesisir dan Pegunungan
-
EKBIS26/03/2026 18:30 WIBRencana WFH, Pertamina Jatimbalinus Siapkan Mitigasi
-
OASE27/03/2026 05:00 WIBJika Zakat Fitrah Diberikan kepada Keluarga Sendiri
-
JABODETABEK26/03/2026 21:00 WIBPemkot Jakarta Timur Didesak Warga Perbaiki Jalan yang Ambles

















