RAGAM
Zat Gizi yang Penting untuk Kesehatan Perempuan
AKTUALITAS.ID – Kekurangan zat gizi tertentu dalam jangka panjang bisa berpengaruh pada imunitas, keseimbangan hormon, kesuburan, dan kesehatan perempuan secara keseluruhan.
“Kekhawatiran yang sebenarnya adalah bahwa gejalanya merayap perlahan dan pada saat mereka dikenali, kehidupan sehari-hari sudah terpengaruh,” kata ahli patologi dan hematopatologi Dr Kamlesh Prajapti dari Agilus Diagnostics sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Sabtu kemarin.
Dia menyebut zat besi, vitamin B12, dan folat sebagai zat gizi penting yang jika tidak terpenuhi bisa berdampak buruk terhadap kesehatan perempuan.
Vitamin B12
Dr. Prajapti menyampaikan bahwa vitamin B12 menjaga saraf tetap sehat, mendukung fungsi otak, serta membantu pembentukan sel darah merah dan sintesis DNA.
Kekurangan vitamin B12 antara lain ditandai dengan gejala seperti sering kelelahan yang berlarut-larut, kesemutan di tangan atau kaki, konsentrasi yang memburuk, dan perubahan suasana hati.
Kebutuhan vitamin B12 bisa dipenuhi dengan mengonsumsi susu, yogurt, keju, telur, ikan, dan daging.
Folat
Pemenuhan kebutuhan folat atau vitamin B9 utamanya penting sebelum dan selama kehamilan untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel, membantu mengurangi risiko kelainan perkembangan, serta berkontribusi imunitas dan kesehatan secara keseluruhan.
Kecukupan asupan folat sebelum dan selama kehamilan penting untuk mendukung kesehatan janin dan menurunkan risiko cacat lahir.
Selain itu, defisiensi folat bisa menyebabkan risiko anemia dan penurunan daya tahan tubuh.
Zat gizi ini antara lain terkandung dalam sayuran berwarna hijau tua seperti brokoli, asparagus, alpukat, jeruk, kacang tanah, kacang lentil, dan biji-bijian utuh.
Zat besi
Dr. Prajapti menjelaskan bahwa zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah, yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen secara efisien.
“Itulah mengapa saat kadar zat besi rendah sering muncul kelelahan terus-menerus, sesak napas, pusing, berkurangnya kapasitas kerja, atau infeksi berulang,” katanya.
Kalau tidak segera ditangani, defisiensi zat besi bisa menyebabkan perempuan mengalami gangguan menstruasi yang tidak teratur, masalah kehamilan dan pemulihan fisik setelah melahirkan, serta gejala seperti rambut rontok, kulit pucat, dan kelelahan.
Dr. Prajapti merekomendasikan konsumsi bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, gula aren, kurma, daging merah, dan kuning telur untuk memenuhi kebutuhan zat gizi.
Selain itu, makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk dan tomat dapat dikonsumsi untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi.
Itulah beberapa zat gizi yang harus diperhatikan dan dipenuhi untuk lebih menjaga kesehatan terutama bagi perempuan.
(Purnomo/goeh).
-
NASIONAL03/07/2026 20:30 WIBPuan Minta Penunjukan Komisaris Berdasarkan Kompetensi
-
POLITIK03/07/2026 19:30 WIBSyarat Capres-Cawapres Diusung Tiga Partai Dinilai akan Hambat Figur Potensial
-
POLITIK03/07/2026 19:00 WIBKomisi II DPR Usul Gaji Kepala Daerah Dinaikkan
-
NUSANTARA04/07/2026 07:30 WIBGempa M4,5 Guncang Waikabubak Tengah Malam
-
NASIONAL03/07/2026 20:00 WIBKPK Telusuri Aset Keluarga Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Terkait Gratifikasi
-
RIAU03/07/2026 23:00 WIBMahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Teluk Pambang Kelola TOGA dan Pupuk Organik
-
RIAU03/07/2026 22:00 WIBPolisi Tangkap Residivis dan Sita Setegah Kilogram Sabu
-
POLITIK03/07/2026 21:00 WIBDPR Pastikan RUU Ketahanan Siber Dibahas Terbuka dan Libatkan Publik