Connect with us

RAGAM

Kiat Jaga Pendengaran Agar Fungsinya Tetap Baik

Aktualitas.id -

Ilustrasi: Menjaga pendengaran. (iStock)

AKTUALITAS.ID – Penerapan pola hidup sehat bisa menekan kemungkinan orang mengalami penyakit metabolik seperti diabetes melitus dan hipertensi, yang bisa memicu gangguan pendengaran.

Dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan – bedah kepala dan leher Prof Dr.dr. Jenny Bashirudin Sp.THTBKL,Subsp.NO (K) menyampaikan beberapa kiat untuk menjaga pendengaran agar fungsinya bisa tetap baik sampai usia lanjut.

Dokter spesialis dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu mengemukakan pentingnya penerapan gaya hidup sehat dalam upaya untuk menjaga fungsi pendengaran.

“Dengan kebiasaan hidup sehat yang bagus, seperti berolahraga. Ada juga kan orang tua yang kita temui terlihat masih kuat dan sehat, karena ternyata suka gym, masih suka berolahraga pagi, itu biasanya sesuai kesehatannya maka pendengarannya bagus,” kata Prof. Jenny dalam acara diskusi daring tentang gangguan pendengaran pada usia lanjut yang diikuti dari Jakarta pada Senin (16/3/2026).

“Penyakit metabolik biasanya dapat membuat aliran darah dan sistem imun terganggu. Ini juga dapat mempercepat gangguan telinga,” kata Prof. Jenny lagi.

Prof. Jenny menyampaikan bahwa menghindari kebisingan juga penting untuk mencegah munculnya masalah pendengaran pada usia lanjut.

Orang yang setiap hari harus menghadapi kebisingan karena pekerjaan, menurut dia, sebaiknya menggunakan penyumbat telinga untuk menekan dampaknya terhadap fungsi pendengaran.

Dia juga mengemukakan bahwa penggunaan obat dengan efek ototoksik dapat menyebabkan kerusakan telinga dalam serta mengakibatkan gangguan pendengaran, tinnitus, dan masalah keseimbangan.

Obat ototoksik biasanya digunakan dalam pengobatan penyakit seperti tuberkulosis dan kanker.

“Obat-obatan yang sangat ototoksik itu sebisa mungkin dihindari,” kata Prof. Jenny.

“Kalau misalnya itu berdampak pada kualitas hidup, maka pilih yang paling penting untuk kesehatan. Misalnya memang seseorang terkena cancer itu ya tetap harus digunakan (untuk penyembuhan),” ia menjelaskan.

Ia menyampaikan bahwa gangguan pendengaran dapat terjadi karena penurunan fungsi pendengaran seiring dengan bertambahnya usia.

“Kita tahu ya bahwa usia lanjut itu pasti terjadi proses degenerasi dimana semua organ tubuh itu mengalami penurunan fungsi. Cuma kan hal itu tidak boleh mengurangi quality of life, jadi kita perlu melakukan pencegahan-pencegahan untuk menjaganya,” demikian Prof Dr.dr. Jenny Bashirudin Sp.THTBKL,Subsp.NO (K), yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok – Bedah Kepala Leher Indonesia.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING