RAGAM
Bukan Meteor! ‘Kiamat’ Bumi Ternyata Berawal dari Daun yang Berhenti Bernapas
AKTUALITAS.ID – Penelitian terbaru mengungkap bahwa daun di hutan tropis mulai mengalami suhu ekstrem yang dapat mengganggu proses fotosintesis. Fenomena ini disebut sebagai salah satu indikator nyata dampak pemanasan global yang semakin serius.
Hutan selama ini dikenal sebagai “paru-paru Bumi” karena perannya dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis.
Namun, penelitian yang dipimpin Gregory Goldsmith dari Chapman University, California, menunjukkan bahwa sebagian daun di hutan tropis kini menghadapi suhu yang mendekati batas kritis.
“Dedaunan di hutan tropis pada waktu dan lokasi tertentu telah menembus batas temperatur kritis,” ujar Goldsmith dalam laporan penelitiannya.
Berdasarkan studi tersebut, proses fotosintesis pada daun dapat terganggu jika suhu terlalu tinggi. Batas maksimal suhu yang masih memungkinkan fotosintesis berlangsung berada di kisaran 46,7 derajat Celcius.
Penelitian ini memanfaatkan data dari sensor ECOSTRESS milik NASA yang memantau suhu permukaan Bumi, serta divalidasi dengan pengukuran langsung di kanopi hutan tropis di Brasil, Puerto Rico, Panama, dan Australia.
Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu rata-rata kanopi hutan mencapai 34 derajat Celcius pada musim kering, dengan beberapa daun bahkan menyentuh suhu 40 derajat Celcius.
Meski hanya sekitar 0,01 persen daun yang melampaui ambang kritis, para peneliti menilai kondisi ini dapat berdampak serius terhadap ekosistem hutan.
Saat suhu meningkat, pohon akan menutup stomata—pori-pori pada daun—untuk menghemat air. Namun, kondisi ini justru membuat daun kehilangan kemampuan mendinginkan diri, sehingga berpotensi mengalami kerusakan.
Para ilmuwan juga mengingatkan bahwa kombinasi suhu tinggi dan kekeringan dapat memperparah kondisi tersebut, bahkan berujung pada kematian pohon.
Simulasi yang dilakukan tim peneliti menunjukkan bahwa jika suhu global terus meningkat, sekitar 1,4 persen kanopi hutan bisa berhenti berfotosintesis.
Bahkan, jika kenaikan suhu mencapai 3,9 derajat Celcius, risiko kerusakan hutan secara luas akan meningkat drastis.
Penelitian ini menjadi peringatan penting akan dampak pemanasan global terhadap ekosistem hutan. Para ilmuwan menekankan perlunya langkah serius untuk mengurangi emisi dan mencegah deforestasi guna menjaga keberlangsungan hutan tropis di masa depan. (Firmansyah/Mun)
-
NASIONAL28/04/2026 21:30 WIBPanglima TNI Dianugerahi Penghargaan Adhibhakti Sanapati dari BSSN
-
JABODETABEK28/04/2026 21:07 WIBPuluhan Motor Parkir Liar, Terjaring Penertiban Dishub
-
RAGAM28/04/2026 18:30 WIB“Dilan ITB 1997” Akan Ditayangkan di KlikFilm
-
OLAHRAGA28/04/2026 20:00 WIBVeda dan Mario Aji Jadi Panutan Ramadhipa
-
JABODETABEK28/04/2026 23:00 WIBSepuluh Jenazah Korban Kecelakaan KRL Telah Teridentifikasi
-
NUSANTARA28/04/2026 22:00 WIBSusi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
RAGAM28/04/2026 22:30 WIBPasien Cacar Air Berpotensi Terkena Cacar Api
-
DUNIA28/04/2026 20:30 WIBWilayah Udaranya Dilewati Pesawat Pemimpin Israel, Ditolak Keras Turki