NUSANTARA
Bulog Pastikan Stok Beras NTT Aman, Capai 19 Ribu Ton
AKTUALITAS.ID – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan ketersediaan stok beras di wilayahnya dalam kondisi aman. Saat ini, Gudang Bulog NTT menyimpan sekitar 19 ribu ton beras, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua hingga tiga bulan ke depan.
Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, Himawan, menyampaikan bahwa selain stok yang telah tersedia, saat ini tengah berlangsung proses pembongkaran 4.350 ton beras impor dari Thailand. Beras tersebut sebenarnya telah tiba sejak Desember 2024, namun kondisi cuaca buruk menghambat proses bongkar muat di pelabuhan.
“Beras yang baru tiba ini merupakan bagian dari kontrak tahun 2024. Proses pembongkaran ditargetkan selesai pada Sabtu (18/1),” ujar Himawan di Kupang, Jumat (17/1/2025).
Dengan tambahan pasokan ini, Bulog memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras, terutama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Stok yang ada akan digunakan untuk operasi pasar atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta program bantuan pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami optimistis stok yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga panen berikutnya di NTT,” tambah Himawan.
Pemerintah melalui Bulog terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah berbagai tantangan, termasuk cuaca buruk. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak khawatir terkait ketersediaan bahan pangan pokok ini. (NAUFAL/RIHADIN)
-
NUSANTARA15/04/2026 08:30 WIBWakapolda Riau Lepas Satgas Jembatan Merah Putih Tahap II
-
NUSANTARA15/04/2026 07:30 WIBKomplotan Curanmor Nawaripi Akhirnya Tertangkap
-
NUSANTARA15/04/2026 13:30 WIBKreatif Banget! Persit Mimika Ubah Batu Biasa Jadi Aksesori Premium
-
NUSANTARA16/04/2026 00:01 WIBTiga Warga Distrik Sinak Terluka Akibat Penembakan OPM
-
OTOTEK15/04/2026 16:30 WIBTiongkok Mulai Menyalip, Ini Dia Daftar Mobil Terlaris Sepanjang Q1 2026
-
POLITIK15/04/2026 10:00 WIBKasus Panas! Kritik ke Presiden Diseret ke Ranah Hukum
-
EKBIS15/04/2026 10:30 WIBPagi Hijau! Rupiah Menguat Lawan Dolar AS
-
NASIONAL15/04/2026 13:00 WIBGus Hilmy: Jangan Buka Langit Indonesia untuk Militer AS

















